:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:18


Perayaan Nyepi
Memohon Ampun Dan Bermaaf-maafan

MERENUNG dan memohon ampun kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas dosa yang telah diperbuat selama satu tahun lalu. Itulah yang dilakukan umat Hindu di Banjarmasin dan sekitarnya dalam merayakan Nyepi, Kamis (30/3).

Bagi yang berkeluarga, memilih melakukan ritual di rumah. Sedang mereka yang jauh keluarga, misalnya tinggal di asrama, berbondong-bondong mendatangi Pura Agung Jagat Natha di Jalan Gatot Subroto 36 Banjarmasin.

Pintu pura yang biasanya terbuka, kemarin tampak tertutup. Selain umat Hindu, dilarang masuk tempat ibadah itu. Menurut Sekretaris II Persatuan Hindu Dharma Indonesia Kalsel, Made Budiarsa, itu dilakukan agar persembahyangan Nyepi tidak terganggu.

"Berhubung dilaksanakan perayaan Nyepi, umat Hindu dianjurkan memanjatkan doa dan permohonan ampun kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Untuk itu supaya lebih khusuk, pintu masuk pura kami tutup rapat agar mereka yang sedang melaksanakan ibadah persembahyangan Nyepi tidak terganggu," katanya, kemarin.

Mereka yang hadir di pura kurang lebih 150 orang. "Usai pelaksanaan persembayangan Nyepi ini, pada Jum’at (31/3) ini akan dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng. Potongannya akan dibagikan kepada seluruh umat Hindu yang ada di pura sambil bersalam-salaman dan memita maaf atas kesalahan yang diperbuat kepada umat Hindu lainnya," jelasnya.

I Kade Dwiariyani (20), salah seorang umat Hindu yang tinggal di Kayu Tangi Banjarmasin mengatakan memilih menjalankan ibadah Nyepi di Pura Agung Jagat Natha. Dia memilih dari pagi sampai sore di pura itu, kemudian pada sore harinya kembali di rumah, menyepikan diri di kamar sambil memanjatkan doa dan memperdalam kerohanian melalui buku agama Hindu.

"Kebiasaan saya di Bali, ketika Nyepi tiba, bersama orangtua hanya berdiam di rumah. Tidak diperkenankan bepergian dan menerima tamu agar suasana Nyepi makin bermakna. Berbeda dengan di Banjarmasin, karena umat Hindu di daerah ini minoritas jadi ibadah terfokus di Pura Agung Jagat Natha Banjarmasin," ungkapnya. c7


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Banjarmasin Plus
Adik Pengusaha Kayu Jadi Mayat

Batubara PT BAS Digelapkan Sopir


Satpam SADP Lukai Peminta Solar


Perayaan Nyepi Memohon Ampun Dan Bermaaf-maafan


Puting Beliung Terjang Dua Desa


Klik, Vespa Club


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123