Palangka Raya, BPost
Pemko Palangka Raya terus mengupayakan renovasi Pasar Kahayan. Setelah mengetahui
peluang bantuan melalui APBN sangat kecil, kini upaya lain dilakukan dengan mengajukan
usulan kepada Bank Dunia.
Walikota Palangka Raya Tuah Pahoe saat pemaparan di depan Menteri Pekerjaan Umum (PU)
Djoko Kirmanto, Rabu (29/3), mengatakan saat ini pihaknya atas arahan Departemen PU sedang
memperbaiki satu dari tiga dokumen yang akan diajukan kepada Bank Dunia.
"Bulan lalu kami sudah dapat surat dari Dirjen Cipta Karya agar melengkapi tiga
dokumen termasuk satu di antaranya yang harus diperbaiki segera. Kami rencanakan April ini
semua selesai dan bisa diajukan ke Bank Dunia dengan difasilitasi Departemen PU,"
katanya.
Tuah berharap Bank Dunia menyetujui usulan dana tersebut sehingga renovasi bisa segera
dilaksanakan. Saat ini para pedagang setempat yang berjumlah sekitar 553 orang berdagangan
di toko darurat yang mereka bangun secara swadaya.
Berdasarkan surat Direktur Jenderal Cipta Karya kepada Gubernur Kalteng perihal
keikutsertaan dalam Urban Sector Development Reform Program (USDRP) 15 September 2005 lalu
maka sejak saat itu pemko Palangka Raya dalam program tersebut dengan target pinjaman Rp38
miliar.
Pembangunan kembali Pasar Kahayan rencananya dengan konsep pondasi sarang laba-laba
dengan konstruksi bangunan lantai dua dan luas 9.960 meter persegi meliputi 560 blok toko
berbagai ukuran. "Rencananya Pasar Kahayan akan dijadikan Pasar Model dengan bangunan
lantai dua agar lebih menggiatkan aktivitas perekonomian," imbuhnya.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengaku senang terhadap upaya gigih yang
dilakukan Pemko Palangka Raya. Dirinya berharap pembangunan Pasar Kahayan nantinya
direncanakan sebaik-baiknya. Terlebih dengan adanya lampu hijau dari Bank Dunia.
"Kalau Bank Dunia dan Bappenas sudah setuju jadi tinggal kesiapan kita saja
lagi," tukasnya.
H Amat, salah seorang pedagang setempat mengaku senang atas informasi perkembangan
rencana renovasi tersebut. Dia berharap pemko terus berupaya keras sampai renovasi
dilaksanakan hingga selesai.
Para pedagang sangat berharap bangunan yang permanen agar bisa berjualan dengan tenang.
Diakuinya, jumlah pembeli cenderung menurun pasca kebakaran karena lokasi pedagang yang
terpecah sehingga menyulitkan para pembeli. "Kalau pasar sudah diperbaiki, kami yakin
orang akan kembali berbelanja di pasar sini lagi," tandasnya. mgb