Muara Teweh, BPost
Nyawa Astriyus alias Iyus (23), warga Desa Jangkang Baru Kecamatan Lahei Kabupaten
Barito Utara (Barut) hampir saja melayang, Rabu (29/3) siang. Tubuh dia terpelanting di
atas atap Penginapan Berkat Raudah karena terkena radiasi arus listrik tegangan tinggi
milik PLN Ranting Muara Teweh.
Akibat kejadian itu, muka juga dadanya legam dan terkoyak. Sedangkan mulutnya
mengeluarkan busa. Ketika dilarikan ke ruang UGD RSUD Muara Teweh, tubuhnya masih lemah
dan mulutnya tak mengeluarkan sepatah katapun kecuali hanya terdengar rintihan kesakitan.
Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu pertama kali diketahui
oleh salah seorang penghuni rumah bekas Kantor PDIP Barut, yang terletak persis di depan
Kantor Dolog di Jalan Yetro Sinseng Muara Teweh, atau berjarak kurang lebih 100 meter dari
Penginapan Berkat Raudah.
Menurut saksi mata itu, sebelum kejadian korban tampak naik ke atap penginapan
menggunakan tangga. Begitu menginjakan dua kakinya di atas atap, mendadak tubuhnya
terpelanting seperti ada kekuatan hebat yang menariknya ke atas.
"Untung tubuhnya tidak jatuh ke bawah, namun menggelepar-gelepar di atas atap.
Saya terkejut dan langsung teriak untuk memberitahukannya kepada orang-orang di sekitar
sini. Kami juga langsung menghubungi petugas PLN," kata saksi mata lainnya.
Ditemui di sela evakuasi korban, Kepala PLN Ranting Muara Teweh M Syarifuddin
mengatakan, korban hanya terkena radiasi jaringan tegangan menengah (JTM) berkekuatan 20
ribu volt di atas atap penginapan, belum sampai menyentuh kabelnya.
Jika korban sampai menyentuh tiga kabel tengangan tinggi itu, keadaanya dipastikan akan
fatal, atau malah bisa langsung mati.