Banjarmasin, BPost
Dominasi kontingen pencak silat Kalimantan Timur terus berlanjut hingga hari terakhir
Sirkuit Pencak Silat Wilayah V Kalimantan yang yang berlangsung di Sasana Bina Krida
Budaya Banjarmasin.
Setelah sukses memborong semua kemenangan dari 14 kelas yang dipertandingkan di laga
pertama melawan tim Kalteng, Kamis (30/3) kemarin giliran pesilat tuan rumah Kalsel yang
dibuat tidak berdaya. Mereka berhasil memenangkan 11 kelas dari 14 kelas yang
dipertandingkan.
Pesilat Kalsel yang memenangkan pertandingan tersebut di antaranya Abdul A yang
mengalahkan Asnan di kelas 50-55 putra, Rijani di kelas 55-60 putra yang menghentikan
perlawanan Dedi Sugianto, dan Rini yang mengalahkan Yohana di kelas 65-70 putri.
Sebelumnya, kontingen silat Kaltim juga berhasil mendominasi kemenangan ketika bertemu
dengan pesilat-pesilat Kalbar. Dedi dkk ini hanya kalah di dua kelas dari 14 kelas yang
dipertandingkan, yakni pesilat Sulaiman yang kalah dari Ramdani di kelas 60-65 putra dan
Muhammad yang kalah atas Salanam di kelas 70-75 putra.
Sedangkan sebelumnya pesilat Kalsel yang dijadwalkan berhadapan dengan pesilat Kalteng
urung dilaksanakan karena kontingen Kalteng memilih mengundurkan diri dari kejuaraan
dengan alasan kecewa atas penerapan sistem setengah kompetisi.
"Kontingen pesilat Kalteng memilih pulang karena mereka beralasan tidak siap
dengan sistem setengah kompetisi. Apalagi mereka sebenarnya bukan resmi utusan cabang IPSI
Kalteng, melainkan hanya perwakilan cabang IPSI setempat," terang Ketua Panitia
Pertandingan sekaligus sebagai Sekum IPSI Kalsel Drs Widarta Rahman.
Dengan hasil tersebut Kaltim memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara umum,
sekaligus mampu meloloskan beberapa pesilatnya yang akan berlaga di Jakarta. Para pesilat
akan kembali di putaran kedua yang akan berlangsung di Palangka Raya, Juni 2006 mendatang.
Terpisah, pelatih pencak silat Kalsel, Muhrani Spd mengatakan, meski gagal membawa
pesilatnya memenuhi target semula sebagai pengumpulkan juara terbanyak, namun apa yang
telah dilakukan pesilat Kalsel sudah sangat maksimal.
"Di kejuaraan ini rata-rata pesilat yang kita turunkan masih berstatus pelajar,
artinya mereka masih junior dan ini merupakan usaha maksimal yang kita raih dan semoga di
putaran kedua di Palangka Raya Juni nanti kita akan tampil lebih baik lagi,"
tandasnya.
Sekretaris Pengurus Besar (PB) IPSI Fachmi ketika menutup kejuaraan mengatakan, seri
pertama ini hendaknya dijadikan pengalaman berharga bagi pesilat sehingga di putaran
kedua, dua bulan mendatang lebih mengetahui kekuatan lawan.c3