:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 01:40


Lomba Bakisah Bahasa Banjar 2006

Uniknya ‘Jambran Anak Tabuang’

Ide cerita tentang anak yang terbuang yang akhirnya dijadikan anak angkat oleh seorang tomanang (mandul,red) memang menyimpan keunikan tersendiri. Apalagi gaya bakisah Fahdi yang komunikatif, sehingga wajar dinobatkan menjadi pemenang pertama Lomba Bakisah Bahasa Banjar 2006.

Pionir - Jawara lomba Bakisah Bahasa Daerah Banjar 2006 diharapkan menjadi pionir memantapkan pemahaman kaum muda memakai bahasa asli Banjar.

Disamping itu cerita peserta asal Hulu Sungai tengah ini juga berisi sentilan, pengalaman dan kisah serta kenyataan hidup memang terasa khas Banjarnya.

Alhasil dalam event yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel, Kamis (30/3) cerita mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) mampu memikat 5 juri sekaliber Drs H Syamsiar Seman, Drs Jarkasi,Mudjahidin, Drs H Bahtiar Sanderta serta Drs M Syafrullah, dan mendapatkan nilai tertinggi 1.125.

Selain Fahdi sebagai juara kedua Hepni Albuni kemudian juara tiga Risa Risdariani. Terdapat juga harapan 1 Fauzi Rahmansyah, lalu Farid Fadillah di harapan dua serta Narhani di harapan tiga. Semua pemenang mendapatkan trophy dan uang perhargaan dari panitia.

Seniman Kalsel, Yanto Madal menilai selain memberikan apresiasi baru dalam mengembangkan budaya tradisional lokal, lomba bakisah ini akanmengembangkan wawasan berbahasa Banjar.

"Saya lihat antusiasme peserta yang sebagian besar kawula muda cukup besar mengikuti lomba ini. Paling tidak ini adalah bukti budaya belum ditinggalkan dan malah harus dikembangkan lagi," kata Yanto.

Hal sama dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs H Bihman Muliansyah. Menurutnya dengan pelaksanaan lomba ini target jangka panjangnya minimal dapat memantapkan kemampuan dan pemahaman peserta dalam menguasai bahasa asli Banjar.

"Disamping itu kita juga salut ternyata semua peserta memang benar-benar pencerita atau tukang kisah yang memiliki kualitas terbaik dan layak menjadi pemenang," kata Bihman. mansyur


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Hiburan, Gaya
Hidup & Keluarga
Persalinannya Diabadikan

Dilarang Bertemu Aa Gatot


Lomba Bakisah Bahasa Banjar 2006 Uniknya ‘Jambran Anak Tabuang’


Ifansyah Art Award (IAA) 2006 Pendukung IAA Akan Dilukis


Aduh, Harus Lembur Lagi!


Awas, Keropos Tulang!


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123