Di bawah ini ada beberapa cara yang dapat dan harus Anda lakukan.
1.Kenali Permasalahan
Apakah baru belakangan ini saja atasan meminta Anda kerja lembur untuk sementara waktu?
atau hal ini sudah merupakan budaya di kantor Anda?
Penting sekali untuk diketahui, untuk alasan apa Anda harus lembur. Dalam kasus-kasus
tertentu, pasti ada alasan tertentu, pasti ada alasan yang tepat mengapa Anda harus kerja
lembur. Misalnya untuk pekerjaan yang dikejar tenggat waktu (dead line) atau perusahaan
sedang mengadakan perubahan besar, atau departemen Anda harus menyiapkan kerja besar untuk
meraih ratusan juta rupiah. Di sisi lain, pegawai-pegawai lain bekerja tanpa tekanan,
tidak ada tenggat, dan tidak ada sesibuk Anda. Nah, Anda perlu tahu mengapa hal ini bisa
terjadi.
2.Bicara Dengan Atasan
Tidak peduli apakah kerja lembur Anda merupakan hal yang biasa maupun bukan, Anda perlu
proaktif dengan bos mengenai apa yang Anda rasakan.Bicarakan secara formal untuk
mendiskusikann situasinya. Siapkan dan tulis catatan mengenai keberatan-keberatan Anda dan
pastikan Anda mempunyai contoh yang nyata bagaiman akibat dari kerja lembur tersebut.
Anda harus siap dengan reaksi atasan. Bila permasalahannya terletak pada pekerjaan yang
bertumpuk, siapkan jalan keluarnya dengan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut pada
jam kerja yang normal. Bila atasan mengatakan bahwa memang demikian pola kerja di
perusahaan tersebut, Anda perlu membuat pertimbangan.
3.Pertimbangkan
Bila kerja lembur disebabkan karena pekerjaan yang dikejar oleh tenggat waktu,
perubahan perusahaan, atau disebabkan masalah-masalah eksternal, seharusnya Anda tidak
mengerjakannya sendirian. Siapapun pasti pernah berkorban demi pekerjaannya.
Andalah yang mengerti pekerjaan Anda penting atau tidak. Apakah Anda senang bekerja
diperusahaan tersebut sebelum Anda mulai melakukan kerja lembur? Apakah Anda perlu
bertahan di perusahaan tersebut? Bila proyek selesai, apakah Anda mendapatkan bonus,
kenaikan gaji atau promosi jabatan? Bila Anda memutuskan untuk tetap bekerja di perusahaan
tersebut, pastikan saran serta keluhan Anda diperhatikan. Jangan biarkan hal ini
berlarut-larut.
4. Buat Prioritas
Bila pekerjaan menggeroti kehidupan pribadi untuk kurun waktu yang cukup lama , Anda
perlu mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dengan kehidupan pribadi Anda serta karier.
Karier memang penting, tetapi banyak orang yang sukses serta dapat menikmati hidup dan
berbahagia tanpa harus mengorbankan kehidupan pribadinya.
Apa yang penting bagi Anda sekarang ini? Apakah Anda memiliki teman-teman atau keluarga
yang tidak pernah Anda hubungi karena kesibukan selama ini? Hanya Anda yang dapat
menentukan pengorbanan yang bagaimana yang akan dilakukan. Jangan lupa, kehidupan di luar
pekerjaan tidak saja menarik tetapi juga baik untuk Anda dan bahkan akan membuat Anda
lebih produktif dalam pekerjaan. Bila Anda merasa tidak dapat terus bekerja di perusahaan
tersebut, bicarakan dengan atasan Anda sekali lagi dan katakan bagaimana situasi Anda.
Bila bos Anda seorang yang bijaksana, pastiakan ada solusinya, yaitu dengan mempertahankan
pegawai yang produktif dan yang bahagia. Dan orang tersebut adalah Anda. kcm/nova