:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 01:38


Awas, Keropos Tulang!

APAKAH Anda yakin tulang Anda akan tetap sekuat sekarang dalam 10 atau 20 tahun lagi? Sebaiknya jangan terlalu optimis. Saya beberapa waktu lalu mengecek kepadatan masa tulang di sebuah mal saat dilangsungkan bone scan oleh sebuah produsen susu secara gratis. Saya merasa tulang baik-baik saja, namun ternyata hasil scan menunjukkan nilai kesehatan tulang saya minus 1,2. Oh, tidak. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saya berada di ‘garis kuning’ alias berisiko sedang terkena osteoporosis saat usia beranjak senja nanti.

Menurut dr Tanya Rotikan, SpOK, berada dalam garis kuning berarti saya menderita osteopenia, sebuah tahapan sebelum masuk kategori osteoporosis. Saya ngeri! Usia saya kini 31 tahun, berarti massa ‘menabung’ tulang sudah selesai, karena puncak massa tulang biasanya tercapai pada usia 20-30 tahun. Apakah sama sekali tak ada harapan dan tinggal tunggu nasib tulang keropos dan mudah patah?

Untungnya tidak. Masih ada harapan, walau membutuhkan usaha lebih keras untuk perempuan seusia saya. Mungkin Anda mengira tulang adalah jaringan mati yang massif, padahal sesungguhnya tidak.Tulang adalah jaringan hidup dan tumbuh serta secara terus-menerus membongkar, membentuk kembali dan memperbaiki jaringannya yang mirip sarang laba-laba. Seluruh tulang pada tubuh kita diperbarui secara menyeluruh setiap selang 10 tahun.

Kepadatan tulang menurun seiring perjalanan usia melebihi kecepatan siklus regenerasi tulang. Intinya proses perusakan lebih cepat ketimbang pembangunan kembali jaringan. Proses pengeroposan tulang meningkat tajam setelah usia 50 tahun untuk perempuan dan 60 tahun untuk laki-laki.

Kenapa tulang bisa keropos? Banyak faktor penyebab, terutama akibat kekurangan asupan kalsium dalam jangka waktu lama. Kita sering abai pada kesehatan tulang karena proses pengeroposan nyaris tidak terasa hingga prosesnya sudah mencapai 30 persen atau terjadi patah tulang. Makanya penyakit yang bisa berakibat fatal ini disebut silent disease atau silent thief karena datang dan mencuri diam-diam kepadatan massa tulang kita.

Patah tulang akibat tulang keropos merupakan penyebab fatal kematian dan kelumpuhan, dapat terjadi pada siapa saja, tua atau muda. Di Indonesia menurut data Puslitbang Gizi Depkes RI tahun 2000, 1 dari 5 orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis.

Osteoporosis terjadi karena berbagai sebab, ada yang bisa dihindari tapi ada juga yang tidak. Faktor penyebab yang tak bisa dihindari antara lain:

- Keturunan. Bila dari garis keturunan memang ada osteoporosis (missal bungkuk), maka risiko Anda terkena keropos tulang kian besar

- Usia. Setelah usia 35 tahun kepadatan tulang akan berkurang secara alami

- Hormon. Setelah berhentinya haid, perempuan lebih rentan terhadap osteoporosis karena terjadi perubahan normonal yang dapat menurunkan drastis kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium

- Jenis kelamin. Perempuan lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang pria

- Postur. Tubuh mungil atau kurus lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang mereka yang berpostur gemuk atau besar

Faktor penyebab osteoporosis yang dapat diperbaiki adalah:

- Kekurangan asupan kalsium dalam menu makanan sehari-hari

- Kekurangan vitamin D dalam menu makanan serta jarang terekna sinar matahari

- Malas olah raga dan kurang aktivitas fisik

- Konsumsi minuman beralkohol , kafein dan soda dan makanan asin garam yang berlebihan

- Penggunaan obat mengandung steroid (pada penderita asma dan batu ginjal) yang menghambat penyerapan kalsium

Lantas, bagaimana pencegahan osteoporosis? Berikut sejumlah hal yang dapat kita lakukan sebelum keropos tulang menyerang:

- Konsumsi kalsium secara cukup setiap hari (misalnya dengan minum susu tinggi kalsium atau makanan yang kaya kalsium seperti sayur-mayur, daging, hati sapi)

- Kurangi konsumsi mibuman bersoda, kafein dan beralkohol

- Cukup konsumsi vitamin D, atau banyak berjemur matahari

- Olah raga dan jalankan pola hidup sehat (lakukan olah raga 3-5 kali seminggu masing-masing 30 menit)

- Periksakan kondisi tulang untuk deteksi dini gejala osteoporosis, agar dapat diantisipasi sejak awal.

Teman, sebaiknya sadari silent disease ini sejak dini agar tak menyesal kelak kemudian! hwn


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Hiburan, Gaya
Hidup & Keluarga
Persalinannya Diabadikan

Dilarang Bertemu Aa Gatot


Lomba Bakisah Bahasa Banjar 2006 Uniknya ‘Jambran Anak Tabuang’


Ifansyah Art Award (IAA) 2006 Pendukung IAA Akan Dilukis


Aduh, Harus Lembur Lagi!


Awas, Keropos Tulang!


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123