Menurut dr Tanya Rotikan, SpOK, berada dalam garis
kuning berarti saya menderita osteopenia, sebuah tahapan sebelum masuk kategori
osteoporosis. Saya ngeri! Usia saya kini 31 tahun, berarti massa menabung
tulang sudah selesai, karena puncak massa tulang biasanya tercapai pada usia 20-30 tahun.
Apakah sama sekali tak ada harapan dan tinggal tunggu nasib tulang keropos dan mudah
patah?
Untungnya tidak. Masih ada harapan, walau membutuhkan usaha lebih keras untuk perempuan
seusia saya. Mungkin Anda mengira tulang adalah jaringan mati yang massif, padahal
sesungguhnya tidak.Tulang adalah jaringan hidup dan tumbuh serta secara terus-menerus
membongkar, membentuk kembali dan memperbaiki jaringannya yang mirip sarang laba-laba.
Seluruh tulang pada tubuh kita diperbarui secara menyeluruh setiap selang 10 tahun.
Kepadatan tulang menurun seiring perjalanan usia melebihi kecepatan siklus regenerasi
tulang. Intinya proses perusakan lebih cepat ketimbang pembangunan kembali jaringan.
Proses pengeroposan tulang meningkat tajam setelah usia 50 tahun untuk perempuan dan 60
tahun untuk laki-laki.
Kenapa tulang bisa keropos? Banyak faktor penyebab, terutama akibat kekurangan asupan
kalsium dalam jangka waktu lama. Kita sering abai pada kesehatan tulang karena proses
pengeroposan nyaris tidak terasa hingga prosesnya sudah mencapai 30 persen atau terjadi
patah tulang. Makanya penyakit yang bisa berakibat fatal ini disebut silent disease
atau silent thief karena datang dan mencuri diam-diam kepadatan massa tulang kita.
Patah tulang akibat tulang keropos merupakan penyebab fatal kematian dan kelumpuhan,
dapat terjadi pada siapa saja, tua atau muda. Di Indonesia menurut data Puslitbang Gizi
Depkes RI tahun 2000, 1 dari 5 orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis.
Osteoporosis terjadi karena berbagai sebab, ada yang bisa dihindari tapi ada juga yang
tidak. Faktor penyebab yang tak bisa dihindari antara lain:
- Keturunan. Bila dari garis keturunan memang ada osteoporosis (missal bungkuk), maka
risiko Anda terkena keropos tulang kian besar
- Usia. Setelah usia 35 tahun kepadatan tulang akan berkurang secara alami
- Hormon. Setelah berhentinya haid, perempuan lebih rentan terhadap osteoporosis karena
terjadi perubahan normonal yang dapat menurunkan drastis kemampuan tubuh untuk menyerap
kalsium
- Jenis kelamin. Perempuan lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang pria
- Postur. Tubuh mungil atau kurus lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang mereka
yang berpostur gemuk atau besar
Faktor penyebab osteoporosis yang dapat diperbaiki adalah:
- Kekurangan asupan kalsium dalam menu makanan sehari-hari
- Kekurangan vitamin D dalam menu makanan serta jarang terekna sinar matahari
- Malas olah raga dan kurang aktivitas fisik
- Konsumsi minuman beralkohol , kafein dan soda dan makanan asin garam yang berlebihan
- Penggunaan obat mengandung steroid (pada penderita asma dan batu ginjal) yang
menghambat penyerapan kalsium
Lantas, bagaimana pencegahan osteoporosis? Berikut sejumlah hal yang dapat kita lakukan
sebelum keropos tulang menyerang:
- Konsumsi kalsium secara cukup setiap hari (misalnya dengan minum susu tinggi kalsium
atau makanan yang kaya kalsium seperti sayur-mayur, daging, hati sapi)
- Kurangi konsumsi mibuman bersoda, kafein dan beralkohol
- Cukup konsumsi vitamin D, atau banyak berjemur matahari
- Olah raga dan jalankan pola hidup sehat (lakukan olah raga 3-5 kali seminggu
masing-masing 30 menit)
- Periksakan kondisi tulang untuk deteksi dini gejala osteoporosis, agar dapat
diantisipasi sejak awal.
Teman, sebaiknya sadari silent disease ini sejak dini agar tak menyesal kelak
kemudian! hwn