:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 13 Maret 2007 02:31:08


"Semoga Anakku Cepat Ketemu"

SUASANA duka masih menyelimuti keluarga Nur Haini (58), warga Jalan Rawasari 27 Gang Ruhui Rahayu, Banjarmasin. Ibu tiga anak ini, masih terlihat syok meratapi musibah yang menimpa anak keduanya Rizani Rahim (21) yang terseret arus Sungai Martapura saat bermain perahu plastik, Minggu (11/3) sore.

Sambil duduk di teras rumah, sorot kedua matanya terlihat kosong. Dia tidak tahu harus berbuat apa, terkait musibah tersebut. Hanya berharap, semoga buah hatinya segera ditemukan baik dalam kondisi selamat atau sebaliknya.

"Saya masih bingung mau mencari ke mana. Sungainya luas dan panjang. Semoga saja cepat ketemu, biar perasaan ini menjadi lega. Kalau bisa dalam kondisi selamat," ujarnya sambil mengusap air mata.

Dia hanya berharap kepedulian anggota BPK dan Tim SAR agar terus menerus mencari keberadaan anaknya sampai ketemu. Karena dirinya tidak mampu jika harus mencarinya sendiri, lantaran tidak punya peralatan seperti perahu.

"Kalau mencari sendiri bagaimana, alat saja tidak punya. Ya, mohon kepada Tim SAR agar terus melakukan pencarian sampai ketemu," pintanya.

Disinggung firasat sebelum kejadian, janda tiga anak ini menuturkan tidak punya perasaan buruk terhadap buah hatinya. Hanya saja, sebelum kejadian anaknya sempat minta diantar ke Kimpraswil untuk pinjam bahan-bahan tentang pembuatan jembatan di sungai yang ada di Kalsel.

Padahal, dia sudah memilih judul dan mengangkat masalah pembangunan jalan. Dan saat ini, tugas akhir tersebut juga sudah mulai dikerjakan dan bahan-bahannya juga sudah lengkap semua.

"Kemarin sebelum kejadian, dia minta diantar ke Kimpraswil mau pinjam bahan pembuatan skripsi. Katanya, dia ganti judul dan lebih senang mengerjakan masalah jembatan biar sungai yang ada ini tertib dan rapi. Tapi tidak mengira kalau bakal seperti ini," tukasnya.

Bahkan kenang dia, saat itu sempat terjadi tarik ulur antara dirinya dengan anaknya. Karena gantinya judul skripsinya dikhawatirkan bakal menunda-nunda proses pengerjaan yang berakibat pada pelaksanaan ujian maupun wisudanya.

"Saya sempat memarahi dia. Buat apa ganti judul, yang ada saja hampir selesai pengerjaannya. Lagi-lagi dia bilang tidak senang dengan masalah yang diangkatnya itu dan pilih masalah jembatan dan sungai," urainya.

Sementara itu, selain pencarian yang dilakukan para anggota BPK, tim SAR, Tagana dan Dishub, juga terlihat beberapa warga yang melakukan ritual.

Mereka ada yang membakar kemenyan di bawah Pohon Beringin samping Kantor Pariwisata. Tak ayal, bau kemenyan tersebut langsung menyeruak ke kawasan tersebut.

Selain itu, juga ada yang membuang sesaji yang berisi aneka makanan di tengah perairan itu, setelah dibawa menggunakan kelotok. Bahkan juga ada yang melempar bantal ke sungai. coi


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Banjarmasin Bungas
Dilarang Bermain Perahu

"Lebih Baik Dari Balapan"


"Semoga Anakku Cepat Ketemu"


Lagi, Ujicoba Ujian Nasional


SUKSESI DEKAN FKIP UNLAM
4 Kandidat Jualan Kebersamaan


Pemadaman Bergilir 3 Kali Setahun


Peluang Jadi Perwira TNI AD


Entaskan Kemiskinan Dengan Filantropi


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123