- Mengakrabi soal-soal
- Targetkan 100 persen lulus
Banjarmasin, BPost
Dua kali ujicoba ujian nasional bagi siswa kelas akhir SMA/MA hasilnya belum
memuaskan. Malah masuk kategori jeblok lantaran banyak siswa yang tidak lulus.
"Stop Pacaran Dulu"
KATA yang paling menakutkan bagi siswa kelas
akhir adalah tidak lulus. Untuk menghindari dua kata tersebut, sejumlah siswa
memilih menempa ilmu melalui bimbingan belajar. Ini seperti dilakukan Lukman, Novi, Fitri,
Rani dan Ayu, serta beberapa siswa kelas akhir SMAN 2 Banjarmasin.
"Pokoknya kita terus-menerus mempelajari
variasi soal atau kisi-kisi soal sehingga apapun bentuk soalnya, kita tidak lagi
bingung," kata Fitri seraya mengaku hasil ujicoba tahap pertama tidak
lulus, namun berhasil ia tebus pada ujicoba tahap kedua dengan nilai rata-rata 7,05.
Diakuinya, agar konsentrasi menghadapi UN tidak
terganggu, segala bentuk kegiatan bermain ia kurangi. "Termasuk soal pacaran, untuk
sementara stop dulu. Lebih baik konsentrasi belajar dulu," kata Fitri yang diamini
temannya yang lain.
Lukman menimpali, selama menghadapi UN mendatang
tak perlu dianggap beban. "Santai saja, jalani seperti halnya air mengalir,"
katanya dengan nada optimis. Dia yakin bisa lulus sekolah. mdn |
Melihat kenyataan demikian, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mulai Senin (12/3)
menggelar ujicoba ujian nasional (UN) tahap ketiga. Ujicoba UN dilaksanakan dengan
menggandeng lembaga bimbingan belajar.
Upaya meningkatkan kemampuan siswa terus dilakukan. Maklum, UN menjadi gerbang terakhir
karena syarat mutlak kelulusan. Di tahun 2007 ini, seorang siswa dinyatakan lulus jika
meraih nilai rata-rata semua mata pelajaran yang diujikan 5,00 dan tak boleh memiliki
nilai di bawah 4,25. Atau satu pelajaran boleh bernilai 4,00 asal sisanya minimal 6,00.
"Dengan digelarnya ujicoba yang berulang-ulang seperti ini, diharapkan dapat
memperkaya pengetahuan siswa dan siswa sendiri menghadapi UN mendatang, terutama yang
mempunyai nilai jeblok," jelas Kepala SMAN 2 Banjarmasin Abdul Wahid Fahmi, Senin
(12/3).
Ujicoba UN, lanjut Wahid, dipastikan bisa merangsang siswa giat belajar. Sebab, bentuk
soal ujicoba UN terus-menerus diperbaiki sehingga sesuai dengan standar kelulusan.
"Jadi siswa lebih sungguh-sungguh mengerjakannya," ungkapnya.
Wahid menargetkan, di UN 2007 ini, 295 siswanya mampu lulus. "Jangan ada lagi
siswa yang tidak lulus seperti hasil UN 2005/2006," katanya penuh harap.
Harapan senada disampaikan Kepala SMAN 8 Banjarmasin, Hasan Syarkawi. Dengan adanya
ujicoba UN yang berulang-ulang, maka siswa terbiasa mengerjakan soal-soal, sehingga tidak
grogi dalam menghadapi UN 2007.
Berdasar hasil ujicoba UN tahap pertama, untuk jurusan IPA, dari 76 siswa hanya delapan
yang lulus. Sedang untuk jurusan IPS, dari 80 siswa, hanya 18 anak yang
lulus.
Pada ujicoba tahap kedua, untuk jurusan IPA yang lulus mencapai 15 anak yang
lulus, sedang untuk jurusan IPS ada 35 siswa yang mampu meraih nilai
lulus. Artinya, memang ada peningkatan prestasi siswa. mdn