:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 11 April 2006 03:47:08


Bisnis Wartel Tak Lagi Prospektif

Banjarmasin, BPost
Bisnis warung telekomunikasi (wartel) di Kalimantan Selatan dinilai tidak lagi prospektif, karena kalah dilibas perkembangan telepon selular dari sejumlah operator telekomunikasi yang kini bersaing membanderol tarif murah. Hal itu berdampak pada susutnya keuntungan PT Telkom selaku operator dari bagi hasil dengan pengusaha wartel.

Direktur Pelayanan PT Telkom Kalsel, Muhammad Juma Alha, dalam dialog interaktif di radio Abdi Persana Membangun, Senin (10/4), mengatakan penyusutan laba bagi hasil itu mencapai 50 persen. Sebab dari semula omset pendapatan sekitar Rp3 miliar, kini menjadi Rp1,5 miliar saja.

Ia mengaku, seringkali mendapatkan keluhan dari mitra kerjanya, para pengelola wartel di Kalsel yang mengatakan pendapatannya terus menurun.

Namun, menurutnya, pihak PT Telkom sendiri tidak dapat berbuat banyak untuk mendongkrak kembali pendapatan di bisnis tersebut, kecuali menganjurkan agar memberikan pelayanan terbaik.

Karena kondisi yang semakin tidak menguntungkan itulah, lanjutnya, PT Telkom akan lebih selektif menerbitkan izin baru pendirian wartel. Jika di lokasi usaha sudah terdapat wartel maka izin akan ditangguhkan.

"Kita akan berikan izin baru kalau di sekitar lokasi tersebut memang tidak terlihat adanya wartel. Tetapi kalau sudah ada kemungkinan permohonan ditangguhkan, kecuali pula kalau di kawasan itu benar-benar ramai penelponnya," katanya.

Dijelaskan dia, jumlah wartel di Kalsel saat ini sekitar 1.575 buah yang masing-masing terdapat satu hingga lima sambungan telepon. Dengan jumlah tersebut menurutnya jumlah wartel telah cukup banyak.

Sementara itu Henu Usmanto, Humas PT Telkom, dihubungi terpisah mengatakan saat ini PT Telkom lebih intens mengembangkan produk layanan terbarunya telkom Flexi, baik FlexiHome maupun Flexi Trendy dan Flexi Classy.

"Perkembangan flexi sejak pertama diperkenalkan di 2003 cukup bagus. Dari target awal 25 ribu di tahun pertama sekarang sudah menjadi 65 ribu pelanggan. Karenanya, untuk meningkatkan pelayanan kita berencana menambah titik-titik sambungan di seluruh cabang termasuk 9 tower di Banjarmasin," ujarnya.

Pelayanan PT Telkom, selain Kalsel juga termasuk tiga wilayah di Kalteng yakni Kuala Kapuas, Tamiang Layang dan Buntok. Dalam upaya memperluas pelayanan Flexi tersebut akan dibangun sekitar 48 buah TTS. nda/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Buah Aussie Kurang Diminati

Organda Tolak Aksi Boikot


Fokus Pada Makanan Olahan


Bisnis Wartel Tak Lagi Prospektif


Batola Produksi Padi Unggul


Proyek Bijih Besi Wapres Minta Segera Action


Registrasi Berpeluang Diperpanjang


FSP BUMN: Tuntaskan Revisi UU Naker


Warga Minta Batalkan Kenaikan Elpiji


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123