Banjarmasin, BPost
Bisnis warung telekomunikasi (wartel) di Kalimantan Selatan dinilai tidak lagi
prospektif, karena kalah dilibas perkembangan telepon selular dari sejumlah operator
telekomunikasi yang kini bersaing membanderol tarif murah. Hal itu berdampak pada susutnya
keuntungan PT Telkom selaku operator dari bagi hasil dengan pengusaha wartel.
Direktur Pelayanan PT Telkom Kalsel, Muhammad Juma Alha, dalam dialog interaktif di
radio Abdi Persana Membangun, Senin (10/4), mengatakan penyusutan laba bagi hasil itu
mencapai 50 persen. Sebab dari semula omset pendapatan sekitar Rp3 miliar, kini menjadi
Rp1,5 miliar saja.
Ia mengaku, seringkali mendapatkan keluhan dari mitra kerjanya, para pengelola wartel
di Kalsel yang mengatakan pendapatannya terus menurun.
Namun, menurutnya, pihak PT Telkom sendiri tidak dapat berbuat banyak untuk mendongkrak
kembali pendapatan di bisnis tersebut, kecuali menganjurkan agar memberikan pelayanan
terbaik.
Karena kondisi yang semakin tidak menguntungkan itulah, lanjutnya, PT Telkom akan lebih
selektif menerbitkan izin baru pendirian wartel. Jika di lokasi usaha sudah terdapat
wartel maka izin akan ditangguhkan.
"Kita akan berikan izin baru kalau di sekitar lokasi tersebut memang tidak
terlihat adanya wartel. Tetapi kalau sudah ada kemungkinan permohonan ditangguhkan,
kecuali pula kalau di kawasan itu benar-benar ramai penelponnya," katanya.
Dijelaskan dia, jumlah wartel di Kalsel saat ini sekitar 1.575 buah yang masing-masing
terdapat satu hingga lima sambungan telepon. Dengan jumlah tersebut menurutnya jumlah
wartel telah cukup banyak.
Sementara itu Henu Usmanto, Humas PT Telkom, dihubungi terpisah mengatakan saat ini PT
Telkom lebih intens mengembangkan produk layanan terbarunya telkom Flexi, baik FlexiHome
maupun Flexi Trendy dan Flexi Classy.
"Perkembangan flexi sejak pertama diperkenalkan di 2003 cukup bagus. Dari target
awal 25 ribu di tahun pertama sekarang sudah menjadi 65 ribu pelanggan. Karenanya, untuk
meningkatkan pelayanan kita berencana menambah titik-titik sambungan di seluruh cabang
termasuk 9 tower di Banjarmasin," ujarnya.
Pelayanan PT Telkom, selain Kalsel juga termasuk tiga wilayah di Kalteng yakni Kuala
Kapuas, Tamiang Layang dan Buntok. Dalam upaya memperluas pelayanan Flexi tersebut akan
dibangun sekitar 48 buah TTS. nda/ant