:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 02:37


Tambah Saja Pengasuhnya

  • Jangan sekolah tinggi kalau ingin jadi jagoan
  • Asosiasi Gubernur perlu minta jaminan

LEMBAGA pendidikan seperti IPDN tak ada kaitannya dengan mencetak koruptor. Seseorang korupsi itu bisa dari lulusan mana saja, karena semua itu tergantung manusianya.

Memang, sebagai alumni, saya pun menyesalkan kekerasan yang terjadi di IPDN. Tapi rasanya saya tak bisa menerima jika dikatakan IPDN mencetak koruptor.

Sekarang yang penting adalah bagaimana menambah pengasuh, yang selama ini hanya ada dua, menjadi empat atau enam. Bayangkan, bagaimana susahnya mengurus 4.000 orang. Sebagai ketua RT saja susah mengawasi warga, apalagi pengasuh di sana.

Juga tayangan kekerasan yang di televisi itu tidak fair karena tidak menunjukkan bagaimana kebaikan dan keakraban mereka. Tolong dimengerti. Dari alumni IPDN. (0818206xxx)

MENURUT saya, siapa yang mau kuliah di IPDN dan mau diperlakukan seperti yang terjadi sekarang, itu namanya kebodohan yang nyata. Sangat terlihat bahwa yang sekolah di sana bukan orang terpelajar dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Artinya, kalau mereka lulus pun patut dicurigai sebagai orang yang tidak punya moralitas. Ngapain jadi aparatur negara, lebih baik jadi bodyguard aja. Tidak usah sekolah tinggi-tinggi dan digaji negara cuman mau jadi jagoan.

Hancur lebur nanti negara kita kalau dipimpin mereka-mereka yang lulusan IPDN tapi bermoral rendah seperti itu. Rakyat dan negara rugi besar kalau memelihara yang seperti mereka, karena mereka digaji dari pajak yg dikenakan kepada rakyat. Haramlah semua itu. (08125119xxx)

GUBERNUR se-Indonesia melalui Asosiasi Gubernur perlu minta jaminan pemerintah pusat tentang keselamatan Prajanya. Apabila tidak ada jaminan agar menarik semua Prajanya kembali ke daerah dari pada mati konyol. (08125192xxx)

IPDN dibubarkan? Tunggu dulu. Ada syaratnya. Kita lihat, kalau tahun ini ‘orang-orang pilihan dan terbaik’ yang mendaftar dan ikut seleksi masuk IPDN dari seluruh Indonesia kurang dari 33 orang (atau satu provinsi cuma ada satu orang pendaftar), baru IPDN boleh dibubarkan. Bravo IPDN. (081380187xxx)

IPDN jangan dibubarkan, nanti kita kehilangan calon bodyguard. Cukup ganti nama aja menjadi ITPM (Institut Tukang Pukul Masyarakat), gitu aja kok repot. (05117495xxx)

KALAU IPDN tidak jadi dibubarkan, seyogyanya angkatan yang ada dihabiskan dulu, baru kemudian diadakan penerimaan kembali dengan perubahan, terutama tidak ada lagi dengan sistem senior-junior. (081349578xxx)

PAK Presiden, masukkan juga rektor ke dalam sel, bukan cuma disuruh mundur saja karena dia sudah berusaha menutupi kejadian yang sebenarnya, bohong kalau dia tidak tahu, yang percaya dia tidak terlibat adalah orang bego. (05117720xxx)

DARI rektor, dosen, hingga praja semuanya tahu kejahatan berkedok pendidik, terkecuali Pak Inu Kencana yang berani membuka topeng kebiadaban IPDN. (081953818xxx)

IPDN Hanya memboroskan uang rakyat (APBN/APBD) dan tidak ada hasilnya karena pendidikan IPDN hanya mengedepankan pendidikan kekerasan dan kebohongan, dari pada pendidikan moral dan etika. Rakyat membutuhkan pemimpin yang bermoral dan beretika. Stop pengiriman siswa Kalsel ke IPDN. (081349563xxx)

IPDN sebaiknya jangan dibubarkan tapi dibenahi kurikulum dan metode pembelajarannya, dan untuk sementara tidak menerima mahasiswa baru sampai yang ada lulus semua. (081348553xxx)

IPDN sebagai institut pemukul, kami sudah terbukti dan tidak hanya sekadar janji. Ingat, satu satunya di Indonesia. Bubarkan. (08125015xxx)

IPDN sebaiknya jangan dibubarkan, ambil sisi positif lulusan IPDN selalu menjadi kader penerus bangsa yang berkemampuan dan dedikasi tinggi, sebaliknya ada pemisahan kampus dari praja tingkat III dan IV terhadap juniornya tingkat I dan II, agar memudahkan pengawasan dan tindak kekerasan seperti yang baru terjadi. (085248294xxx)

KEPADA yang terhormat Gubernur Kalsel. Peristiwa tewasnya praja IPDN akibat adopsi sistem militeristik. Sistem militer yang keras cocok diterapkan untuk menghadapi lawan/musuh.

Jadi mohon ditinjau kembali tentang encana Bapak untuk memasukkan CPNS Pemprov dalam prajabatan ke barak militer. (081351217xxx)

SAYA sebagai orang Banjarmasin sangat menyesalkan kekerasan yang terjadi di IPDN. Kalau mereka memang mau jadi jagoan mending nongkrong aja di Terminal Pulo Gadung dari pada membunuh teman.

Itu namanya mencabut nyawa orang secara paksa. Saya sangat mendukung keterangan yang diberikan oleh dosen Inu Kencana Syafii. Dan mestinya I Nyoman Sumaryadi itu dipecat aja dari rektor karena tidak becus ngurusin IPDN.

Untuk memperlengkap usulan dari Bapak Abdi Rahman dari Banjarbaru, alangkah baiknya di dalam lingkungan IPDN dibikin pos jaga oleh kepolisian dan dipasang kamera CCTV dan monitornya ditaruh di pos jaga tersebut.

Jadi kesempatan untuk berbuat kekerasan kemungkinan akan sangat kecil terjadi dan apabila kedapatan melakukan kekerasan terhadap yang lain langsung sel saja, jangan ada ampun lagi. (08125128xxx)


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


HOT LINE

Tambah Saja Pengasuhnya


Penipuan Pembukaan Rekening Tabungan Bank Mega


Waspadai Oknum Mengaku Petugas PLN


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123