- Jangan sekolah tinggi kalau ingin jadi jagoan
- Asosiasi Gubernur perlu minta jaminan
LEMBAGA pendidikan seperti IPDN tak ada kaitannya dengan mencetak koruptor.
Seseorang korupsi itu bisa dari lulusan mana saja, karena semua itu tergantung manusianya.
Memang, sebagai alumni, saya pun menyesalkan kekerasan yang terjadi di IPDN. Tapi
rasanya saya tak bisa menerima jika dikatakan IPDN mencetak koruptor.
Sekarang yang penting adalah bagaimana menambah pengasuh, yang selama ini hanya ada
dua, menjadi empat atau enam. Bayangkan, bagaimana susahnya mengurus 4.000 orang. Sebagai
ketua RT saja susah mengawasi warga, apalagi pengasuh di sana.
Juga tayangan kekerasan yang di televisi itu tidak fair karena tidak menunjukkan
bagaimana kebaikan dan keakraban mereka. Tolong dimengerti. Dari alumni IPDN. (0818206xxx)
MENURUT saya, siapa yang mau kuliah di IPDN dan mau diperlakukan seperti yang
terjadi sekarang, itu namanya kebodohan yang nyata. Sangat terlihat bahwa yang sekolah di
sana bukan orang terpelajar dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Artinya, kalau mereka lulus pun patut dicurigai sebagai orang yang tidak punya
moralitas. Ngapain jadi aparatur negara, lebih baik jadi bodyguard aja. Tidak usah sekolah
tinggi-tinggi dan digaji negara cuman mau jadi jagoan.
Hancur lebur nanti negara kita kalau dipimpin mereka-mereka yang lulusan IPDN tapi
bermoral rendah seperti itu. Rakyat dan negara rugi besar kalau memelihara yang seperti
mereka, karena mereka digaji dari pajak yg dikenakan kepada rakyat. Haramlah semua itu.
(08125119xxx)
GUBERNUR se-Indonesia melalui Asosiasi Gubernur perlu minta jaminan pemerintah
pusat tentang keselamatan Prajanya. Apabila tidak ada jaminan agar menarik semua Prajanya
kembali ke daerah dari pada mati konyol. (08125192xxx)
IPDN dibubarkan? Tunggu dulu. Ada syaratnya. Kita lihat, kalau tahun ini
orang-orang pilihan dan terbaik yang mendaftar dan ikut seleksi masuk IPDN
dari seluruh Indonesia kurang dari 33 orang (atau satu provinsi cuma ada satu orang
pendaftar), baru IPDN boleh dibubarkan. Bravo IPDN. (081380187xxx)
IPDN jangan dibubarkan, nanti kita kehilangan calon bodyguard. Cukup ganti nama
aja menjadi ITPM (Institut Tukang Pukul Masyarakat), gitu aja kok repot. (05117495xxx)
KALAU IPDN tidak jadi dibubarkan, seyogyanya angkatan yang ada dihabiskan dulu,
baru kemudian diadakan penerimaan kembali dengan perubahan, terutama tidak ada lagi dengan
sistem senior-junior. (081349578xxx)
PAK Presiden, masukkan juga rektor ke dalam sel, bukan cuma disuruh mundur saja
karena dia sudah berusaha menutupi kejadian yang sebenarnya, bohong kalau dia tidak tahu,
yang percaya dia tidak terlibat adalah orang bego. (05117720xxx)
DARI rektor, dosen, hingga praja semuanya tahu kejahatan berkedok pendidik,
terkecuali Pak Inu Kencana yang berani membuka topeng kebiadaban IPDN. (081953818xxx)
IPDN Hanya memboroskan uang rakyat (APBN/APBD) dan tidak ada hasilnya karena
pendidikan IPDN hanya mengedepankan pendidikan kekerasan dan kebohongan, dari pada
pendidikan moral dan etika. Rakyat membutuhkan pemimpin yang bermoral dan beretika. Stop
pengiriman siswa Kalsel ke IPDN. (081349563xxx)
IPDN sebaiknya jangan dibubarkan tapi dibenahi kurikulum dan metode
pembelajarannya, dan untuk sementara tidak menerima mahasiswa baru sampai yang ada lulus
semua. (081348553xxx)
IPDN sebagai institut pemukul, kami sudah terbukti dan tidak hanya sekadar
janji. Ingat, satu satunya di Indonesia. Bubarkan. (08125015xxx)
IPDN sebaiknya jangan dibubarkan, ambil sisi positif lulusan IPDN selalu menjadi
kader penerus bangsa yang berkemampuan dan dedikasi tinggi, sebaliknya ada pemisahan
kampus dari praja tingkat III dan IV terhadap juniornya tingkat I dan II, agar memudahkan
pengawasan dan tindak kekerasan seperti yang baru terjadi. (085248294xxx)
KEPADA yang terhormat Gubernur Kalsel. Peristiwa tewasnya praja IPDN akibat
adopsi sistem militeristik. Sistem militer yang keras cocok diterapkan untuk menghadapi
lawan/musuh.
Jadi mohon ditinjau kembali tentang encana Bapak untuk memasukkan CPNS Pemprov dalam
prajabatan ke barak militer. (081351217xxx)
SAYA sebagai orang Banjarmasin sangat menyesalkan kekerasan yang terjadi di
IPDN. Kalau mereka memang mau jadi jagoan mending nongkrong aja di Terminal Pulo Gadung
dari pada membunuh teman.
Itu namanya mencabut nyawa orang secara paksa. Saya sangat mendukung keterangan yang
diberikan oleh dosen Inu Kencana Syafii. Dan mestinya I Nyoman Sumaryadi itu dipecat aja
dari rektor karena tidak becus ngurusin IPDN.
Untuk memperlengkap usulan dari Bapak Abdi Rahman dari Banjarbaru, alangkah baiknya di
dalam lingkungan IPDN dibikin pos jaga oleh kepolisian dan dipasang kamera CCTV dan
monitornya ditaruh di pos jaga tersebut.
Jadi kesempatan untuk berbuat kekerasan kemungkinan akan sangat kecil terjadi dan
apabila kedapatan melakukan kekerasan terhadap yang lain langsung sel saja, jangan ada
ampun lagi. (08125128xxx)