:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 02:59:47


Polisi Kalah Cepat Dari Bandar Narkoba

  • Dapat kurir dan 10 gram sabu

Banjarmasin, BPost
Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan gagal membekuk AC, seorang lelaki yang diduga bandar Narkoba. Meski sempat terjadi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor, AC tetap berhasil lolos.

Polisi hanya bisa menangkap Mulyadi (24) warga Jalan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur bersama barang bukti dua paket sabu dengan berat 10 gram. Mulyadi merupakan kurir yang diminta AC menemaninya mengantarkan Narkoba ke pemesan.

Mulyadi ditangkap Kamis (12/4) pukul 18.30 Wita di Jalan Pramuka, depan Kompleks Rahayu, Banjarmasin Timur. Mulyadi dijebak oleh Dit Narkoba dengan seorang polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Ketika itu Mulyadi datang berbocengan sepeda motor dengan AC. Begitu tahu dijebak, AC langsung tancam gas kabur. Beberapa orang polisi yang berusaha mengejar tak mampu menangkapnya.

"Pas transaksi tadi, dia (AC) masih di atas kendaraan. Jadi ketika anggota berusaha menyergap, dia langsung kabur dengan tancap gas menuju Terminal Km6," kata Direktur Narkoba Polda Kalsel, Kombes Sukirman melalui Kasat II Komisaris Polisi Dwi Tjahjono.

Dikatakan Dwi, waktu aksi kejar-kejaran sebenarnya anggota Dit Narkoba sempat hendak memepet AC dengan mobil. "Namun karena pertimbangan membahayakan, kalau kita pepet khawatirnya jungkir balik dan mati akhirnya cuma dihalang-halangi. Tapi karena orangnya nekad kabur dan kencang sekali larinya akhirnya lepas," katanya.

Mulyadi mengaku tidak begitu kenal dengan AC."Siapa AC, saya sama sekali tidak tahu Pak. Karena saya ini baru saja kenal. Dan kenalnya itu pun karena baru dua hari ini saya bekerja di rumah mamanya di Jalan Veteran Gang Kenari, mencat talang karena bocor," aku Mulyadi dengan kondisi tangan masih diborgol.

Dikatakannya, karena diminta majikan dan apalagi juga ada iming-iming upah akhirnya ia mengabulkan. "Berapa upahnya saya juga tidak tahu. Pokoknya tadi itu sekitar pukul lima sore ada menelepon saya, katanya tolong terimakan barang dari Unyil dan antarkan ke Jalan Pramuka, nanti diupah," katanya.

Diakuinya, karena tergiur upah ditambah majikan juga ikut mengantarkan, akhirnya ia bersedia membawakan sabu itu. "Sebenarnya sore tadi itu, saya sudah berencana mau pulang. Tapi karena diminta tolong bos akhirnya ditunda," katanya sambil menunduk kepala seakan menyesal dengan perbuatannya.

Dwi mengatakan yang menjadi target operasi sebenarnya AC. Hasil pengembangan dengan dasar keterangan Mulyadi, ditangkap Unyil atau bernama asli Hendri (26) di rumahnya di Jalan Veteran, Gang Rajawali, sekitar pukul 19.30 Wita. mdn


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Banjarmasin Bungas
Penerapan Perda Miras Simpang Siur

Tidak Ada Kontribusi


Walikota Masih Ragu


Nama Kasat Narkoba Dicatut Memeras


PELUNCURAN PERDANA MOBIL SIM
Tunggu 10 Menit, SIM Pun Jadi


Polisi Kalah Cepat Dari Bandar Narkoba


Siswa Gelar Doa Bersama


PPRN Kalsel Paling Siap


MENANGGGUK REZEKI DARI DEBU
Menyiram Aspal Lalu Menadahkan Ember


Lintas Kota


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123