- Dapat kurir dan 10 gram sabu
Banjarmasin, BPost
Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan gagal membekuk AC, seorang lelaki
yang diduga bandar Narkoba. Meski sempat terjadi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor,
AC tetap berhasil lolos.
Polisi hanya bisa menangkap Mulyadi (24) warga Jalan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur
bersama barang bukti dua paket sabu dengan berat 10 gram. Mulyadi merupakan kurir yang
diminta AC menemaninya mengantarkan Narkoba ke pemesan.
Mulyadi ditangkap Kamis (12/4) pukul 18.30 Wita di Jalan Pramuka, depan Kompleks
Rahayu, Banjarmasin Timur. Mulyadi dijebak oleh Dit Narkoba dengan seorang polisi yang
menyamar sebagai pembeli.
Ketika itu Mulyadi datang berbocengan sepeda motor dengan AC. Begitu tahu dijebak, AC
langsung tancam gas kabur. Beberapa orang polisi yang berusaha mengejar tak mampu
menangkapnya.
"Pas transaksi tadi, dia (AC) masih di atas kendaraan. Jadi ketika anggota
berusaha menyergap, dia langsung kabur dengan tancap gas menuju Terminal Km6," kata
Direktur Narkoba Polda Kalsel, Kombes Sukirman melalui Kasat II Komisaris Polisi Dwi
Tjahjono.
Dikatakan Dwi, waktu aksi kejar-kejaran sebenarnya anggota Dit Narkoba sempat hendak
memepet AC dengan mobil. "Namun karena pertimbangan membahayakan, kalau kita pepet
khawatirnya jungkir balik dan mati akhirnya cuma dihalang-halangi. Tapi karena orangnya
nekad kabur dan kencang sekali larinya akhirnya lepas," katanya.
Mulyadi mengaku tidak begitu kenal dengan AC."Siapa AC, saya sama sekali tidak
tahu Pak. Karena saya ini baru saja kenal. Dan kenalnya itu pun karena baru dua hari ini
saya bekerja di rumah mamanya di Jalan Veteran Gang Kenari, mencat talang karena
bocor," aku Mulyadi dengan kondisi tangan masih diborgol.
Dikatakannya, karena diminta majikan dan apalagi juga ada iming-iming upah akhirnya ia
mengabulkan. "Berapa upahnya saya juga tidak tahu. Pokoknya tadi itu sekitar pukul
lima sore ada menelepon saya, katanya tolong terimakan barang dari Unyil dan antarkan ke
Jalan Pramuka, nanti diupah," katanya.
Diakuinya, karena tergiur upah ditambah majikan juga ikut mengantarkan, akhirnya ia
bersedia membawakan sabu itu. "Sebenarnya sore tadi itu, saya sudah berencana mau
pulang. Tapi karena diminta tolong bos akhirnya ditunda," katanya sambil menunduk
kepala seakan menyesal dengan perbuatannya.
Dwi mengatakan yang menjadi target operasi sebenarnya AC. Hasil pengembangan dengan
dasar keterangan Mulyadi, ditangkap Unyil atau bernama asli Hendri (26) di rumahnya di
Jalan Veteran, Gang Rajawali, sekitar pukul 19.30 Wita. mdn