- DPR: Tinjau kembali UN SD
Jakarta, BPost
Keputusan pemerintah menyelenggarakan ujian nasional (UN) SD tahun ajaran
2008/2009 sebaiknya ditinjau kembali.
Pemerintah hendaknya mempertimbangkan aspirasi masyarakat agar tidak menimbulkan
masalah dan keresahan baru.
"Pemerintah jangan tergesa-gesa mengeluarkan kebijakan mengenai penyelenggaraan UN
SD. UN SMP dan SMA saja sangat bermasalah. Lebih baik kaji kembali kebijakan UN SD
tersebut," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Anwar Arifin, di Jakarta, Kamis (12/4).
Anwar mengatakan, PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengarahkan UN
bagi jenjang SD, tidak selaras dengan UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
"Karena itu, Komisi X akan menggugat PP tersebut," tandasnya.
Ny Reni Lestiani sangat keberatan dengan kebijakan itu. "Kasihan anak-anak kalau
tidak mampu. Kalau pintar mungkin tidak masalah. Tapi kalau kemampuan anak pas-pasan
bagaimana?" ucap orangtua Rizal Ramadhani, siswa SDN Sungai Miai 10 Banjarmasin ini.
Lain dengan Erin, orangtua Ervina, murid SDN Pemurus 2 Banjarmasin. "Kalau demi
peningkatan mutu pendidikan dasar siswa, bagi saya tidak masalah kalau mulai 2008, SD juga
diadakan UN," katanya.
Asalkan, proses belajar mengajar di sekolah juga ditingkatkan. "Guru-guru yang
jarang masuk harus lebih aktif lagi. Kasihan anaknya kalau banyak tidak belajar sehingga
kemampuan pendidikan dasar anak-anak kurang," ujarnya.
Lantas bagaimana tanggapan sekolah? Majedi, Kepala SDN Teluk Dalam 4 Banjarmasin
mengaku sangat setuju.
"Karena dengan UN itu, nilai ujian siswa lebih objektif dan murni. Tidak ada
campur tangan sekolah," ujarnya.
Menurut Majedi, UN berbeda dengan Ujian Akhir Sekolah (UAS). "Kalau UAS kadang
masih ada campur tangan karena semua soal dari sekolah. Jadi kalau ada UN bagi SD, kami
tidak keberatan," tegasnya.
Namun, imbuhnya, harus ada catatan, tiga mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa
Indonesia, IPA dan Matematika, menjadi syarat kelulusan masuk SMP/sederajat.
"Sedangkan kelulusan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Artinya hasil UAS yang
mencakup beberapa mata pelajaran, selain tiga mata pelajaran yang diujikan seperti agama,
PKn, IPS, olahraga dan muatan lokal juga diperhatikan," jelasnya.
Siswa sendiri juga tidak keberatan. Muhammad Prayogo Utomo dan Ahmad Rifqy Rizal,
keduanya siswa SDN Teluk Dalam 4 mengaku tidak khawatir. "Ya tinggal belajar
aja lagi dengan baik, tidak masalah kalau SD juga UN," kata mereka. mdn/pbc