:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 03:12


Ini Hanya Musibah

BAGI Syaipuddin, perjalanan panjang yang melelahkan dari Muara Teweh, Kalteng ke Sumedang, Jabar tidak ada artinya dengan kebahagiaannya bertemu dengan putra tercinta, Hikmat Faizal.

Meski pertemuan selama 15 menit itu terjadi ketika anaknya itu sedang mendekam di tahanan Polres Sumedang, namun Syaipuddin tetaplah lega karena Faizal dalam kondisi sehat.

"Meski senang bisa bertemu, namun saya sempat tidak bisa menahan tangis. Namanya juga orangtua, melihat anaknya ditahan, tentu sangat sedih. Kita menyekolahkan agar ia menjadi anak yang baik, rela berpisah dengan orangtua dijalani, tapi musibah datang tidak diduga. Tapi saya tidak boleh larut, karena diberi waktu bertemu hanya seperempat jam," tutur Syaipuddin kepada BPost, malam tadi.

Begitu nelihat Faizal, Pegawai Badan Pertanahan Nasional Muara Teweh ini langsung memeluknya. Dia pun meminta putranya itu tabah menghadapi cobaan yang sedang menerpanya. "Saya minta dia jangan down. Tetap tabah dan semangat," ujarnya.

Satu hal lain yang membuat Syaipuddin sedikit lega adalah pengakuan Faizal yang mengatakan tidak melakukan kekerasan terhadap praja Cliff Muntu. "Faisal menyakinkan saya kalau tidak terlibat langsung dalam peristiwa kekerasan itu. Saat itu, dia tengah nonton televisi. Namun karena dia Ketua Pataka diminta ikut bertanggungjawab. Padahal kalau langsung memukul, tidak pernah," tegas Syaipuddin.

Suami Fatimah ini yakin dengan kebenaran pengakuan anaknya itu. "Dia anak baik, pendiam, tidak mungkin sampai mencederai orang lain apalagi membunuh," katanya.

Karena itu, Syaipudin berharap warga Kalimantan, khususnya Kalteng untuk dapat memahaminya. Sesuatu yang menimpa Hikmat Faisal lanjutnya adalah musibah, bukan ulah yang sengaja dilakukan putranya.

Untuk mendampingi anaknya selama menjalani proses hukum, Syaipudin menunjuk dua orang pengacara."Mungkin besok (hari ini) saya pulang ke Kalteng karena harus kembali bekerja. Saya sudah tunjuk pengacara agar setiap proses hukum yang dijalani Hikmat Faisal mendapat pendampingan," tuturnya.ais/ck6


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Pembunuh Jadi Ajudan Bupati

Ini Hanya Musibah


Biaya ‘Pelonco’ IPDN Rp2,4 M


Wah, Tangan Presiden Wangi


Bandit Tembaki 4 Polisi


Mirip Teroris


UJICOBA NUKLIR HAMBAT PESAWAT UMRAH
"Pesawat Tiba-tiba Balik Arah"


FIKRAH - Shalluu’ Alan-Nabiy (3)


Ketenteraman Warga Dirampas


Tunggu Hasil Tim


RAMALAN KEMATIAN DI SITUS DEATHLIST INGGRIS
Pak Harto Turun Ranking


Pendukung Syaukani Emosi


"Kasihan Anak-anak Kita"


LATEST NEWS! Puluhan Rumah Hancur


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123