SIAPA tak kenal Tukul Arwana. Saat ini, pelawak bernama asli Riyanto ini bak
meteor yang sedang melesat. Berkat kekocakannya saat memandu talk show Empat Mata,
pria kelahiran Semarang, Jateng itu begitu cepat moncer.
Tak hanya jago melawak, Tukul pun merambah sebagai penyanyi bahkan penulis buku.
Hasilnya, mengejutkan. Bukunya laris manis. Pun album bertajuk Wong Ndeso terus
dicari masyarakat. "Sejak diluncurkan, akhir Maret lalu sudah laku 10.000
keping," ujar bos Atlanta Record, Ahong.
Karena kepopulerannya pula, Kamis (12/4), Tukul diajak Asosiasi Pengusaha Jamu
Indonesia menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Seperti biasa, Tukul
tetap memperlihatkan raut wajah culun dan ndeso ketika bertemu dengan orang nomor
satu di negara ini.
Bahkan, saat dipeluk Yudhoyono, laki-laki kelahiran 16 Oktober 1963 ini tak mampu
berkata apa pun. Lontaran-lontaran kocaknya tak muncul sama sekali. Dia terlihat sangat nervous.
Kegugupan Tukul baru cair usai pertemuan. "Kayak mimpi. Waduh, tangan
presiden wangi tadi pas salaman. Ada aura positifnya," celetuknya ketika baru keluar
dari pintu ruang pertemuan.
Repotnya, Yudhoyono mendengar celetukan ini. Dengan tersenyum dia kembali memanggil
Tukul dengan mengucapkan: "Ayo, kembali ke laptop. Kembali ke laptop." Tukul pun
mendekat lagi dengan malu-malu. Sempat berbincang sejenak, mereka berfoto bersama dalam
pose Yudhoyono merangkul Tukul.
Sore itu, Tukul memang menjadi bintang di Istana. Tak hanya para juragan jamu saja yang
mengejar-ngejar untuk berpose. Tapi, staf Istana pun tak mau kalah berebut. Tukul cuma
bisa mesam-mesem.
"Dasar ndeso, nggak pernah foto kamu ya," ujar bapak
satu putri ini. Meski demikian, Tukul tetap bersedia melayani keinginan mereka.
BPost pun mendekati dan bertanya pada Tukul. Kok tampangnya sedih? "Ya
muka coverboy seperti ini, ini bukan sedih tapi melankolis...puas-puas...,"
ujar Tukul sambil tersenyum.
Kapan memanggil Yudhoyono sebagai bintang tamu Empat Mata?
"Ya kapan-kapan bisa saja. Kalau besok mau, ya siap.., kapan saja ya
siap juga," tukasnya. rmc/JBP/ade