Bandung, BPost
Aksi kawanan perampok kian nekat dan gelap mata. Toko Emas ABC di Jalan Terusan
Pasir Koja No 106, Bandung, dirampok kawanan penjahat, Kamis (12/4) malam. Selain
menggondol 8 kg emas, para perampok juga membabi buta menembaki pemilik toko, pelayan,
pengunjung, warga di luar toko, maupun polisi yang datang ke lokasi.
Hingga malam tadi, tercatat 12 orang tertembak, dua di antaranya tewas, yakni pemilik
toko emas, Tungki, dan seorang pria pengunjung toko emas yang belum diketahui namanya.
Sedangkan korban penembakan yang masih dirawat di rumah sakit yakni empat anggota
Polsek Astana Anyar; Kanit Reskrim Iptu Koswara, Kanit Intelkam Aiptu Asep Widarsa
(Aswid), Bripka Beni Permana, dan Brigadir Budi. Korban lainnya, seorang pedagang kaki
lima, dua pelayan toko tetangga dan dua warga lain.
Berdasarkan kesaksian warga, perampokan terjadi Kamis pukul 19.00 WIB. Ada sekitar enam
perampok yang mendatangi toko emas itu. Semuanya menggunakan motor, dan berhelm tertutup.
Saat tiba di toko emas tersebut, tiga dari enam perampok langsung masuk dengan membawa
senjata genggam laras pendek. Salah seorang bandit kemudian naik ke etalase, dan tanpa
kompromi mengemasi 8 kilogram emas.
Kepada pemilik toko, Tungki alias Tongki (70) para perampok meminta agar menyerahkan
harta bendanya. Namun gertakan itu tak digubris. Tungki bermaksud menghalang-halangi aksi
paksa para penjahat. Ia pun ditembak di bagian perut hingga tersungkur mandi darah.
Pada saat bersamaan seorang perampok yang mengenakan jas hujan warna abu-abu dan
membawa senjata laras panjang otomatis langsung menembakkan senjatanya secara membabi
buta. Ia menembak ke atas, kanan dan kiri sehingga mengenai seorang penjual kopi yang
kebetulan berada di tempat itu. Usai dar der dor, tiga perampok melarikan diri.
Saat itu juga sejumlah polisi dari Polsek Astana Anyar yang jaraknya hanya sekitar 50
meter dari lokasi kejadian, datang. Polisi mengira pelaku perampokan sudah melarikan diri,
namun perkiraan itu meleset. Tiga perampok masih berada di Toko Emas ABC.
Perampok kembali memuntahkan pelurunya. Akibatnya empat polisi yakni Kanit Serse Polsek
Astanaanyar Ipda Koswara, Kanit Intel Aiptu Aswa, Brigadir Budi dan Bripka Deny Permana
mengalami luka tembak.
Seorang pria yang ketika itu hendak masuk ke toko emas pun tak luput dari tembakan.
Setelah itu para perampok melarikan diri. Bak aksi dalam film laga, para perampok itu
dengan sigap menggondol 8 kilogram emas. Tapi saat mereka melarikan diri, ada juga
beberapa perhiasan yang tercecer. Beberapa warga pun belakangan menemukan gelang, kalung
maupun perhiasan lainnya.
Toko Emas ABC terdiri dari dua lantai. Dindingnya berlapis keramik warna putih. Di
sampingnya terdapat toko kosmetik, yang memang kawasan pertokoan.
Hingga tengah malam tadi, darah segar masih tampak berceceran di toko emas tersebut.
Menurut penuturan warga, darah itu berasal dari tubuh pemilik toko, Tungki, dan seorang
pengunjung toko.
Sejumlah selongsong peluru juga masih bertebaran di lokasi. Polisi mengamankan
selongsong-selongsong peluru itu untuk dijadikan barang bukti. dtc/tj/set/tsm