Aksi perampokan yang dilakukan 6 perampok bersenjata api, dan salah satunya
senjata otomatis memunculkan dugaan, aksi itu dilakukan kelompok teroris. Ini terkait
dengan cara mereka merampok yang sudah terlatih dan sistematis.
Ketika penangkapan pelaku teroris Imam Samudera di Serang Banten beberapa tahun silam,
pernah terungkap pula perampokan toko emas di Serang yang menggunakan senjata api. Polisi
pun mengidentifikasi perampok itu adalah kelompok teroris yang telah kehabisan dana.
"Dari cara mereka yang merampoknya sama, terorganisir, terlatih dan sistematis.
Aksi perampokan itu memang mirip dilakukan oleh kelompok teroris yang masuk dalam binaan
Imam Samudera," ungkap seorang anggota polisi.
Seorang bintara Polri dari Polda Metro Jaya yang enggan disebutkan namanya yang juga
ikut dalam penangkapan Imam Samudera itu mengungkapkan, para teroris ini akan mengambil
jalan apapun termasuk merampok untuk membiayai kegiatannya. Itu mereka lakukan jika tidak
lagi mendapatkan dana dari para penyandang dana.
Ciri khas mereka adalah dengan merampok toko emas, dengan alasan emas paling mudah
untuk dijual dan harganya yang cukup tinggi. Selain itu, pengamanan di toko emas biasanya
kurang begitu ketat dibandingkan pengamanan sebuah bank.
Selain itu, salah satu perampok yang menggunakan senjata otomatis, patut diduga
dilakukan oleh kelompok teroris. Pasalnya, perampok biasa akan sulit mendapatkan akses
untuk memiliki senjata laras panjang otomotis itu.
Fakta lainnya, perampok ini melakukan operasinya secara sistematis dan terlatih. Para
teroris ini biasa dilatih untuk menggunakan senjata, melakukan penyergapan dan
penyerangan.
"Dan ini terlihat tidak ada satu perampok di Toko Emas ABC yang terkena tembakan
atau berhasil ditangkap. Tapi justru polisi yang menjadi korban penembakan oleh para
perampok ini," ucap petugas tersebut.dtc/tj/set/tsm