Cobaan kembali mendera jamaah umrah Kalsel. Setelah
sempat tertunda pemberangkatannya, 68 jamaah dicekam rasa waswas luar biasa. Pesawat
Garuda yang ditumpanginya mendadak berbalik arah, kembali ke Jakarta. Kabarnya, mereka
masuk zona ujicoba senjata nuklir.
Saat itu kami sudah di atas pulau Siberut, dan hampir masuk langit Kolombo, Srilanka.
Semua bingung, takut," kata seorang penumpang, Ken Reciana, Kamis (12/4).
Pesawat Boeing 747 dijadwalkan take off dari Jakarta pada pukul 9.20 WIB. Tapi
karena ada masalah, keberangkatan terlambat 30 menit. Tapi, setelah sekitar satu setengah
jam mengudara, tiba-tiba pilot mengumumkan pesawat harus kembali ke Jakarta.
"Katanya di atas kawasan Colombo terdapat percobaan nuklir," kata Ken.
Pesawat bernomor penerbangan GA 980 itu mengangkut lebih dari 400 penumpang yang
umumnya jamaah umrah. Untung saja, mereka mendarat kembali di Jakarta sekitar pukul 13.00
WIB tanpa masalah.
Sempat terkatung-katung selama beberapa jam, petang kemarin pesawat kembali terbang ke
Jeddah.
"Setelah saya cek ada 68 penumpang yang merupakan jamaah umrah Kalsel , tapi
mereka dalam keadaan baik," kata GM South Kalimantan PT Garuda Indonesia, Bagus Y
Siregar.
Hj Marwiyah Fartiman, Direktur Utama Kaltrabu Indah menyatakan seluruh jamaah umrah
yang dikoordinirnya sudah berada di Makkah sejak 5 April lalu. Karenanya, ia tidak
mengetahui travel yang mengoordinir jamaah tersebut.
Ujicoba Misil
Belum ada penjelasan resmi tentang ujicoba nuklir yang mengganggu penerbangan tersebut.
Namun, beredar kabar India sukses menguji tembak peluru kendali balistik jarak menengah
yang mampu membawa hulu ledak nuklir ataupun hulu ledak konvensional. Misil Agni-III itu
berdaya jangkau hingga 4.000 kilometer, yang bisa mencapai Kota Beijing dan Shanghai di
Cina.
Peluncuran Agni-III berlangsung dari Pulau Wheeler, 180 kilometer sebelah tenggara
Bhubaneswar, ibu kota negara bagian Orissa di India timur.
Kantor berita Press Trust of India (PTI) melaporkan misil meluncur vertikal ke
langit yang cerah, meninggalkan kepulan asap tebal putih dan kuning.
Ini adalah uji coba kedua Agni-III setelah uji tembak pertama pada 9 Juli tahun lalu
yang gagal.
Mendarat Darurat
Di hari yang sama, pesawat Garuda yang melayani rute Jakarta-Manado via
Makassar mendarat darurat di Bandara Hasanuddin.
Pesawat Boeing 747 bernomor GA 602 yang membawa 134 penumpang itu mengalami pecah ban.
Sebelum mendarat, pesawat sempat berputar-putar di angkasa sekitar 30 menit sambil
menghabiskan bahan bakar..
Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia, Pujobroto, pesawat yang dipiloti Kapten Adi
Nasai dan membawa 14 penumpang kelas bisnis dan 120 orang kelas ekonomi, itu melakukan take
off dengan normal. Namun, setelah take off pilot merasakan ada getaran.
"Waktu setelah take off ke airbone, rodanya kan melipat, saat itu
dirasakan getaran. Tapi instrumen di dalam kokpit semuanya menunjukkan normal," kata
Pujo. kcm/tic/tri/ebo