Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya
bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi
dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (QS.Al Ahzab 56).
Shalawat Allah SWT adalah rahmat dan sanjungan-Nya untuk nabi di sisi para
malaikat-Nya. Shalawat para malaikat adalah permohonan ampun kepada Allah SWT untuk Nabi
SAW. Sedang shalawat para hamba adalah doa dan permohonan rahmat kepada Allah SWT untuk
Nabi SAW.
Bila seseorang mengatakan, "Allahumma Shalli ala Muhammad", berarti ia berdoa
kepada Allah SWT untuk memuliakan Nabi SAW di dunia dengan meninggikan namanya.
Menampakkan agama Nabi SAW dan mengekalkan pengalaman syariat-syariatnya.
Harapannya di akhirat Nabi SAW memberikan syafaat kepada umatnya, melipat gandakan
ganjaran dan pahala serta menampakkan kelebihan umat tersebut, baik di antara umat yang
terdahulu maupun terkemudian.
Bershalawat kepada Nabi SAW terutama dilakukan ketika disebutkan nama
"Muhammad" (lihat Buku "Maa Al Anbiya Fi Quran" hlm 336
oleh Dr Abdul Fattah Thabbarah).
Para ulama berbeda pendapat tentang keharusan bershalawat ketika nama Muhammad
Rasulullah disebutkan. Ada yang mengatakan hukumnya mustahabbah (disunatkan). Ada yang
berpendapat wajib, kendati nama beliau disebutkan berulang-ulang, tetapi minimal satu
kali. Ada yang mengatakan shalawat kepada Nabi SAW adalah kewajiban umum dalam Islam,
tidak terikat pada bilangan dan waktu tertentu. Ada pula yang berpendapat wajib ketika
duduk tahiyyat akhir sesudah tasyahhud sebelum salam.
Bila seseorang tidak bershalawat kepada Nabi Ketika nama beliau disebutkan, maka orang
tersebut termasuk orang yang kikir (HR.Ahmad; Al Jami).
Waktu-waktu terpilih untuk membaca salawat adalah:
1.Sesudah Azan (HR. Muslim)
2.Masuk dan keluar masjid (HR.Abu Daud).
3.Sesudah membaca tasyahhud akhir (HR.Baihaqi).
4.Dalam shalat jenazah (menurut Imam Syafii)
5.Dalam takbiran pada shalat Id.(menurut Ibnu Masud).
6.Awal dan akhir berdoa (HR.Abu Daud dan Nasai).
7.Memulai urusan penting (HR.Tabrani).
8.Akhir doa qunut (HR.An Nasai).
9.Malam Jumat (HR.Tabrani).
10.Dalam khotbah (menurut mazhab Syafii).
11.Berziarah ke kubur Nabi SAW (HR.Abu Daud)
12.Sesudah membaca Talbiyah (HR.Imam Syafii dan Darquthni).
13.Ketika telinga berdengung (HR.Ibnu Sunny).
14.Setiap menggelar majelis (HR.Turmuzi dan Abu Daud).
15.Kala tertimpa kesusahan dan kegundahan (HR.Ahmad)
16.Setiap pagi dan petang (HR.Tabrani)
17.Berjumpa sahabat dan handai taulan (HR.Ahmad).
Allahumma Shalli ala Muhammad wa ala Muhammad