:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 03:12


Ketenteraman Warga Dirampas

Banjarmasin, BPost
Kebijakan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin menguji coba angkutan truk batu bara melintasi jalan umum selama 24 jam tiap hari menimbulkan masalah bagi masyarakat yang tinggal di pinggir jalan raya, khususnya warga Trisakti, Banjarmasin. Ketenteraman mereka seakan dirampas.

Pantauan pada Kamis (12/4) siang, truk-truk batu bara memadati Jalan Lingkar Utara dan Jalan Barito Ilir, Trisakti yang menjadi lintasan menuju stokpile di kawasan setempat.

Memang truk-truk tersebut tak lagi sarat muatan karena adanya kebijakan angkutan batu bara maksimal 6 ton. Namun, barisan puluhan truk tersebut tetap saja menimbulkan kemacetan panjang di Jalan Trikora dan Trisakti sampai Pelambuan.

Ironisnya, tidak seorang polisi pun berdiri di sana. Hal ini, dimanfaatkan warga setempat menjadi polisi ‘cepek’.

Dengan dalih mengatur arus lalu lintas, mereka menadahkan tangan atau topi untuk meminta uang dari para sopir truk.

Sisi negatif lainnya, konvoi truk batu bara tersebut tak henti-hentinya menimbulkan debu yang menyerbu ke rumah-rumah yang ada di sisi kiri dan kanan jalan.

Pemilik rumah terpaksa menyiram jalanan dengan air yang diambil dari di selokan.

Ada pula yang menggunakan mesin penyedot air, yang tenaga listriknya dicantol dari tiang listrik jalan.

"Kalau tidak disiram, debunya minta ampun. Toko saya bisa kotor semua. Ini saja masih banyak sekali debunya," ujar seorang warga Ny Ani.

Selain itu, dia mengaku sudah satu minggu ini ketentraman mereka merasa terampas. Pasalnya, tidak hanya malam hari, siang hari pun truk batu bara menghantui mereka.

"Ini gara-gara Gubernur yang membolehkan 24 jam. Siang malam kami kedebuan, kebisingan bahkan kami harus waspada dengan anak-anak. Semestinya pemerintah ngerti kondisi kami, kalau malam kami bisa memahami, tetapi kalau siang malam, kasihani kami," tukasnya.

Ny Ani pun mengaku tidak lagi berani melepas buah hatinya berangkat ke sekolah seorang diri. Terpaksa ia mengantarnya sampai ke sekolah. ais


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Pembunuh Jadi Ajudan Bupati

Ini Hanya Musibah


Biaya ‘Pelonco’ IPDN Rp2,4 M


Wah, Tangan Presiden Wangi


Bandit Tembaki 4 Polisi


Mirip Teroris


UJICOBA NUKLIR HAMBAT PESAWAT UMRAH
"Pesawat Tiba-tiba Balik Arah"


FIKRAH - Shalluu’ Alan-Nabiy (3)


Ketenteraman Warga Dirampas


Tunggu Hasil Tim


RAMALAN KEMATIAN DI SITUS DEATHLIST INGGRIS
Pak Harto Turun Ranking


Pendukung Syaukani Emosi


"Kasihan Anak-anak Kita"


LATEST NEWS! Puluhan Rumah Hancur


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123