- PT SN carikan pasar untuk petani
Banjarmasin, BPost
Tidak banyak orang yang tahu bahwa komoditi Kalsel, seperti belut, ikan bawal,
kepiting dan labi-labi laku di luar negeri. Bahkan, permintaan tiap harinya cukup banyak
mencapai 10 ton untuk diekspor ke berbagai negara.
Berhasilnya para petani di sejumlah daerah seperti Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu
Sungai Utara (HSU), Kabupaten Banjar, Rantau dan Kotabaru berkat peran eksportir PT
Suryagita Nusaraya (SN).
Menurut H Gusti Faisal SE, Branch Manager PT SN, untuk negara Singapura komoditi yang
diekspor berupa kepiting dan ikan bawal, China komoditi belut sedang labi-labi diminati di
Hongkong.
"Selain ke luar negeri, jurusan domistik juga ada, yaitu ke Surab`aya, Jakarta dan
Batam," kata pemilik SN Cargo ini ditemui, Kamis (12/4).
Selain membawa dan memasarkan barang mereka ke luar negeri, papar Faisal, pihaknya juga
melakukan pembinaan agar para petani mengerti klasisfikasi dan kualitas komoditi yang bisa
diekspor. "Kami juga aktif mendatangi petani untuk mencari komoditi yang layak
diekspor. Karena ada petani yang belum mengerti ada juga yang sudah profesional,"
paparnya.
Dengan cara demikian, jelasnya, setiap hari bisa diekspor lima sampai 10 ton sehari.
"Selain keuntungan bisa menjual produk ke luar negeri mereka juga bisa memetik
keuntungan yang besar. Contohnya belut, kalau di daerah sendiri dijual Rp3.000 per
kilogram, kalau ke luar negeri mencapai Rp11.000/kg," kata Faisal.
Untuk belut, katanya, diambil dari petani di Danau Panggang, karena di sana komoditi
ini sangat berlimpah. "Mereka diajari cara menangkap belut secara alami di
persawahan, setelah terkumpul diserahkan ke pengumpul lalu diekspor," kata dia.
Sedang kepiting, katanya, diambil dari Aluh-aluh dan Kotabaru, ikan bawal dari Kotabaru
dan labi-labi diambil dari Rantau, Kapuas dan Palangka Raya. "Untuk mengangkut
komoditi ini, kami menggunakan cargo dengan pesawat Garuda," kata dia.
Bantu Petani
Drs Bagus Y Siregar MBA, GM South Kalimantan PT Garuda Indonesia mengatakan, untuk
mendukung pemasaran komoditi Kalsel ke luar negeri, Garuda akan membawa tepat waktu dan
aman. "Ini komitmen Garuda," kata dia.
Sementara itu Thamrin, petani pengumpul dari Babirik, HSU mengungkapkan, dengan bantuan
PT SN memasarkan komoditi seperti belut ke China sangat membantu penghasilan petani.
"Petani mencari belut di sawah, setelah terkumpul di jual ke PT SN. Harganya
sangat menjanjikan dari Rp10.000 hingga Rp11.500 per kilogramnya," jelasnya. tri