:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 02:56


Belut Diekspor Ke China

  • PT SN carikan pasar untuk petani

Banjarmasin, BPost
Tidak banyak orang yang tahu bahwa komoditi Kalsel, seperti belut, ikan bawal, kepiting dan labi-labi laku di luar negeri. Bahkan, permintaan tiap harinya cukup banyak mencapai 10 ton untuk diekspor ke berbagai negara.

Berhasilnya para petani di sejumlah daerah seperti Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Banjar, Rantau dan Kotabaru berkat peran eksportir PT Suryagita Nusaraya (SN).

Menurut H Gusti Faisal SE, Branch Manager PT SN, untuk negara Singapura komoditi yang diekspor berupa kepiting dan ikan bawal, China komoditi belut sedang labi-labi diminati di Hongkong.

"Selain ke luar negeri, jurusan domistik juga ada, yaitu ke Surab`aya, Jakarta dan Batam," kata pemilik SN Cargo ini ditemui, Kamis (12/4).

Selain membawa dan memasarkan barang mereka ke luar negeri, papar Faisal, pihaknya juga melakukan pembinaan agar para petani mengerti klasisfikasi dan kualitas komoditi yang bisa diekspor. "Kami juga aktif mendatangi petani untuk mencari komoditi yang layak diekspor. Karena ada petani yang belum mengerti ada juga yang sudah profesional," paparnya.

Dengan cara demikian, jelasnya, setiap hari bisa diekspor lima sampai 10 ton sehari. "Selain keuntungan bisa menjual produk ke luar negeri mereka juga bisa memetik keuntungan yang besar. Contohnya belut, kalau di daerah sendiri dijual Rp3.000 per kilogram, kalau ke luar negeri mencapai Rp11.000/kg," kata Faisal.

Untuk belut, katanya, diambil dari petani di Danau Panggang, karena di sana komoditi ini sangat berlimpah. "Mereka diajari cara menangkap belut secara alami di persawahan, setelah terkumpul diserahkan ke pengumpul lalu diekspor," kata dia.

Sedang kepiting, katanya, diambil dari Aluh-aluh dan Kotabaru, ikan bawal dari Kotabaru dan labi-labi diambil dari Rantau, Kapuas dan Palangka Raya. "Untuk mengangkut komoditi ini, kami menggunakan cargo dengan pesawat Garuda," kata dia.

Bantu Petani

Drs Bagus Y Siregar MBA, GM South Kalimantan PT Garuda Indonesia mengatakan, untuk mendukung pemasaran komoditi Kalsel ke luar negeri, Garuda akan membawa tepat waktu dan aman. "Ini komitmen Garuda," kata dia.

Sementara itu Thamrin, petani pengumpul dari Babirik, HSU mengungkapkan, dengan bantuan PT SN memasarkan komoditi seperti belut ke China sangat membantu penghasilan petani.

"Petani mencari belut di sawah, setelah terkumpul di jual ke PT SN. Harganya sangat menjanjikan dari Rp10.000 hingga Rp11.500 per kilogramnya," jelasnya. tri


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Belut Diekspor Ke China

Website Indosat Raih Awards


RI Punya Indeks Batu Bara


Belum Siap Serap Gabah Petani


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123