Jakarta, BPost
Indonesian Coal Index (ICI) atau Indeks Batu bara Indonesia resmi diluncurkan.
Indeks yang akan menjadi patokan harga itu sangat penting mengingat posisi Indonesia
sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar dunia.
Dengan ICI, maka Indonesia kini bisa menentukan harga batu baranya sendiri. Selama ini
harga batu bara Indonesia masih mengikuti harga internasional yang ditentukan negara lain
seperti Australia.
"Ini (ICI) akan digunakan global, baik yang diekspor ataupun untuk domestik,"
ujar Komisaris Argus/Coalindo, Kaz Tanaka di sela-sela peluncuran ICI di Hotel Niko,
Jakarta, Kamis (12/4).
ICI merupakan harga yang ditentukan secara panelis oleh 8 produsen, 8 pembeli dan 6
pendukung bisnis. Ke-22 pihak itu, akan mengumpulkan harga dari penawaran yang masuk.
Sebanyak 20 persen harga tertinggi dan 20 harga harga terendah akan dibuang dan
selanjutnya harga akan ditetapkan pada rentang sisanya. Panel penentuan harga akan
diadakan setiap Jumat sore pukul 15.00 untuk menentukan harga pekan selanjutnya.
Argus Media dan PT Coalindo Energy merupakan pihak yang bertanggungjawab untuk
mengadakan panel setiap minggunya. Argus merupakan perusahaan berbasis di London dan
sering mengurusi pengelolan harga indeks batu bara dunia.
Menurut Dirjen Minerbapabum Departemen ESDM, Simon Sembiring, ICI belum diwajibkan bagi
para pelaku usaha ini sekarang. "Sekarang belum wajib, tapi nanti secara bertahap.
Ini kemajuan lho, karena sebelumnya kita nggak punya," ujarnya.
ICI menjadi penting karena Indonesia selama dua tahun terakhir menjadi eksportir batu
bara terbesar di dunia. Ekspor batu bara Indonesia 2006 mencapai 143 juta ton merupakan 29
persen ekspor dunia. dtc