- 5 Bulan Bulog anggarkan Rp5,1 triliun
Jakarta, BPost
Hingga saat ini Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) di daerah
belum siap menyerap gabah petani meskipun pemerintah telah mengeluarkan ketentuan harga
pembelian (HPP) gabah baru akhir Maret lalu.
Direktur Perum Bulog, Mustafa Abubakar di Jakarta, kemarin mengungkapkan, ketidaksiapan
Bulog tersebut karena berbagai faktor seperti belum tersedianya dana pembelian gabah
petani.
"Padahal kita sudah memanggil Kepala-kepala Divre untuk segera melakukan
penyerapan gabah petani begitu HPP baru diumumkan," katanya.
Namun, tambahnya, kenyataaan di lapangan penyerapan gabah di daerah tidak secepat yang
diharapkan. Faktor lain, menurut dia karena kualitas gabah petani yang rendah.
Mustafa menyatakan, dari target pengadaan gabah petani sebanyak 390 ribu ton untuk
periode Januari-April ternyata tidak terpenuhi padahal Bulog telah mengalokasikan anggaran
sebanyak Rp1,4 triliun.
Hal itu, lanjutnya, karena banyak petani yang belum melakukan panen akibat musim tanam
2006/2007 yang mengalami kemunduran, selain itu Bulog masih menggunakan harga lama yakni
Rp1.730 per kilogram.
"Untuk tahap April-Mei tambah lagi Rp4 triliun, kita harapkan dari target
penyerapan 1,5 juta ton tahun ini dapat terserap 900 ribu ton dalam musim panen
pertama," katanya.
Pada kesempatan itu Dirut Perum Bulog juga menyatakan, pihaknya berancang-ancang untuk
kembali mengimpor beras dari Vietnam dengan memperbarui kontrak impor yang semula berakhir
Maret diperpanjang ke akhir April.
Namun demikian dia belum dapat memastikan jumlah karena tergantung penyerapan dalam
negeri. "Saya baru pulang dari Vietnam untuk melanjutkan putusan dari Mendag, Bulog
akan mengamankan dan melaksanakan satu juta ton yang telah komitmen dengan Menteri
Vietnam," katanya.
Menurut dia, bila pasokan di dalam negeri tidak cukup maka impor tersebut akan
digelontorkan tapi namun jika mencukupi maka rencana impor satu juta ton itu tidak akan
direalisasikan. klc