:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 02:13


Bibit Padi Terendam Lagi

Banjarbaru, BPost
Petani di Banjarbaru kembali diresahkan fenomena alam. Setelah sebulan sebelumnya cuaca tak menentu melanda Kalsel sebagai akibat dua badai (siklon) global Jacob dan George yang mengacaukan musim tanam padi, ratusan ribu bibit padi di kini kembali terendam.

Seperti dialami petani di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin, kini menganggur akibat sepekan terakhir sawahnya terendam. Nyaris, tak ada aktivitas penggarapan lahan di sana.

Petani takut mengalami krisis pangan akibat gagal tanam untuk kedua kalinya itu. Apalagi, ancaman elnino tengah menghadang. Mereka mengaku hanya bisa pasrah." Sudah seminggu ini bibit padi kami terendam lagi, tidak tahu lagi bagaimana kalau elnino nanti," ucap Slamet, petani setempat.

Slamet yang juga Wakil Ketua kelompok Bina Tani RT 28 RW 6 di Kelurahan itu menuturkan, ia dan ratusan petani lain nya harus kehilangan ratusan bibit padi jenis IR yang sebagian dibeli dari uang sendiri.

Selain bantuan pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kota Banjarbaru, sebagian petani membeli bibit padi sebesar Rp8.000 per 100 batang, untuk mengganti bibit yang terendam. Namun, sayang belum sempat padi tumbuh besar, padi itu terendam lagi.

Jangankan mendapatkan untung, mengembalikan modal saja, mereka tak mampu. Petani menderita kerugian karena tak dapat menanam tanaman lain seperti musim tanam normal yang tak terpengaruh badai atau cuaca ekstrim.

"Kami ingin sekali ada lahan yang selamat. Kalau tidak padi, ya palawija lah," sahut petani lainnya. Petani mengaku telah mengupayakan antisipasi, seperti membangun bendungan (tabat) untuk mengatur pengairan, agar air tak meluber saat hujan, dan tetap mengalir saat musim kering sampai elnino datang.

Namun karena hanya dibendung dengan kayu, air yang meluber dengan derasnya merendam areal persawahan mereka. Mereka berharap, pemerintah tanggap dan memikirkan sistem pengairan di sana.niz


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
Bibit Padi Terendam Lagi

Cuaca Arab Saudi Stabil


"Cintai Ajaran Rasul"


Blasting Baramarta Resahkan Warga


Tujuh Tahun Tanpa Puskesmas


PLN Bangun 181 Tower


Air Laut Dekati Badan Jalan


Jalan Tembus Rusak Berat


Tahun Ini Hijauan Ternak Nihil


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123