Banjarbaru, BPost
Petani di Banjarbaru kembali diresahkan fenomena alam. Setelah sebulan sebelumnya
cuaca tak menentu melanda Kalsel sebagai akibat dua badai (siklon) global Jacob dan George
yang mengacaukan musim tanam padi, ratusan ribu bibit padi di kini kembali terendam.
Seperti dialami petani di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin, kini
menganggur akibat sepekan terakhir sawahnya terendam. Nyaris, tak ada aktivitas
penggarapan lahan di sana.
Petani takut mengalami krisis pangan akibat gagal tanam untuk kedua kalinya itu.
Apalagi, ancaman elnino tengah menghadang. Mereka mengaku hanya bisa pasrah." Sudah
seminggu ini bibit padi kami terendam lagi, tidak tahu lagi bagaimana kalau elnino
nanti," ucap Slamet, petani setempat.
Slamet yang juga Wakil Ketua kelompok Bina Tani RT 28 RW 6 di Kelurahan itu menuturkan,
ia dan ratusan petani lain nya harus kehilangan ratusan bibit padi jenis IR yang sebagian
dibeli dari uang sendiri.
Selain bantuan pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kota Banjarbaru,
sebagian petani membeli bibit padi sebesar Rp8.000 per 100 batang, untuk mengganti bibit
yang terendam. Namun, sayang belum sempat padi tumbuh besar, padi itu terendam lagi.
Jangankan mendapatkan untung, mengembalikan modal saja, mereka tak mampu. Petani
menderita kerugian karena tak dapat menanam tanaman lain seperti musim tanam normal yang
tak terpengaruh badai atau cuaca ekstrim.
"Kami ingin sekali ada lahan yang selamat. Kalau tidak padi, ya palawija
lah," sahut petani lainnya. Petani mengaku telah mengupayakan antisipasi, seperti
membangun bendungan (tabat) untuk mengatur pengairan, agar air tak meluber saat hujan, dan
tetap mengalir saat musim kering sampai elnino datang.
Namun karena hanya dibendung dengan kayu, air yang meluber dengan derasnya merendam
areal persawahan mereka. Mereka berharap, pemerintah tanggap dan memikirkan sistem
pengairan di sana.niz