Martapura, BPost
Warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, kembali
mengeluhkan kegiatan blasting (peledakan) di areal pertambangan milik pemegang
PKP2B PD Baramarta, yang pernah meretakkan dinding madrasah dan masjid.
Informasi yang diperoleh, Kamis (12/4), peledakan cukup kuat dirasakan warga akhir
Maret dan awal April lalu mengakibatkan kerusakan dinding bangunan Masjid Sabilal Muhtadin
Sungai Pinang.
Menurut warga peledakan itu kurang terkontrol, karena tak ada pengawasan. Masyarakat
berharap pemerintah daerah tidak berdiam diri dan menyikapi keluhan masyarakat ini.
Tokoh masyarakat Desa Sungai Pinang, H Darmawi mengatakan, salah satu bagian dinding
masjid mengalami kerusakan akibat kerasnya blasting 2 April lalu.
"Sebelumnya, Sabtu (31/3) kegiatan di masjid yang dihadiri camat dan unsur muspika
terdengar ledakan yang menimbulkan getaran keras, dan membuat kaget camat dan unsur
muspika," jelasnya.
Ketua RT setempat sudah mengonfirmasikannya ke pimpinan PT Madani yang berjanji
memperbaiki kerusakan itu. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan itu.
Seperti halnya Bapedalda dan PD Baramarta yang membawahi PT Madani warga berharap
keduanya mengupayakan untuk mengatasi permasalahan ini. "Instansi terkait bisa terus
memonitor, jangan dibiarkan saja," kata Darmawi yang juga panitia pembangunan masjid
itu.
Sebelumnya, pertengahan 2006, keluhan yang sama juga pernah terjadi dan sempat ada
penurunan tingkat daya ledak. Namun, saat ini daya ledak kembali meningkat. Warga menilai,
ini karena kurangnya pengawasan dari PD Baramarta yang membawahi PT Madani dan Pemkab
Banjar.adi