- Warga terpencil kesulitan berobat
Tanjung, BPost
Warga Desa Panaan Kecamatan Bintang Ara Kabupaten Tabalong kesulitan mengakses
pelayanan kesehatan pemerintah. Puskesmas satu-satunya di desa itu tidak beroperasi sejak
2000 atau tujuh tahun.
Desa Panaan termasuk empat desa lain, Rakutat, Kalingai, Kuwari dan Meho merupakan desa
terpencil. Jika ingin berobat warga harus melalui jalan rintisan sepanjang 5-10 kilometer
ke Puskesmas di Desa Bahalang atau Jango yang masuk wilayah Kalteng.
"Kalau ada warga yang sakit, kami usahakan mencari tetamba sendiri seperti
minum obat dari warung atau jamu. Tapi kalau sakitnya parah, harus ke puskesmas di Kalteng
atau langsung ke Tanjung," tutur Armadi warga RT 3 Panaan beberapa waktu lalu.
Pantauan BPost di desa setempat Senin lalu, masih terdapat fisik bangunan eks
Puskesmas Panaan, tapi sudah tidak terawat. Kaca jendela pecah semua, plafon tripleks
terlihat koyak dan genteng bocor.
Puskesmas keliling (pusling) yang semestinya menggantikan puskesmas yang mati suri
berbulan-bulan tidak datang. Kata warga, pusling justru sering terlihat mangkal di camp
perusahaan di bawah Desa Panaan.
Catatan BPost, kesehatan warga di daerah terpencil seperti Panaan dan sekitarnya
cukup memprihatinkan. Bahkan pernah ditemukan penderita gizi buruk, Ahmad Rafii, berusia
satu setengah tahun di Desa Kuwari.