Barabai, BPost
Ketergantungan suplai tenaga listrik di Kabupaten Tabalong terhadap gardu induk
di Desa Barikin Kabupaten Hulu Sungai Tengah, diprediksi berakhir tahun 2008. PLN mulai
membangun 181 tower, dan gardu induknya yang memanjang dari Barikin sampai Tanjung,
sepanjang 60 kilometer.
Direktur transmisi dan distribusi PT PLN (Persero) Pusat, Herman Darnel Ibrahim dalam
kesempatan pengecoran pertama pondasi tower paket C proyek SUTT 150 KV Barikin-Tanjung di
Desa Hiking Kecamatan Barabai, Rabu (11/4) mengatakan, proyek ini bagian dari rencana
interkoneksi (saling dihubungkan) PLN wilayah Kalselteng dengan wilayah Kaltim.
"Dengan selesainya proyek ini, kita telah punya gardu induk di daerah paling ujung
Kalsel yang berbatasan Kaltim. Proyek selanjutnya, kita tinggal menyambung kembali
Tanjung-Kuaro, Kuaro-Karang Joang, Kaltim," ujarnya
Palaksanaan proyek transmisi Barikin-Tanjung ini sumber dananya diambil dari Loan ADB
1983 dengan jumlah sekitar Rp40 miliar lebih yang terdiri dari dolar sekitar 2,7juta dolar
dan rupiah Rp18 miliar sekian.
Dengan selesainya pengerjaan proyek yang diperkirakan pertengahan tahun 2008 ini,
listrik di Tanjung dipasok langsung dari pembangkit (PLTU, PLTA dan PLTG), tidak lagi
tergantung cadangan tegangan dari gardu induk Barikin.
Gardu induk Barikin sebelum masuk ke Tanjung juga menyuplai listrik ke Kabupaten Hulu
Sungai Utara. Permasalahannya, setelah itu, tidak serta merta dengan adanya transmisi ini
bisa menjawab krisis listrik yang sedang dialami Tanjung sebagai imbas belum adanya gardu
induk di sana.
Jaringannya memang ada, namun untuk menambah tegangan bukan hanya memerlukan jaringan,
tapi utamanya pembangkit listriknya harus ditambah."Ini sudah rencana kami. Dalam
program jangka panjang kami, Tabalong akan punya PLTU sendiri memanfaatkan potensi
batubara di sana. Jika sudah terwujud, krisis listrik yang dialami Tanjung teratasi,"
kata Herman. yud