:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 02:13


Air Laut Dekati Badan Jalan

  • Abrasi Muara Asam Asam kian parah

Pelaihari, BPost
Abrasi terus mengancam kehidupan warga yang bermukim di sekitar pantai. Di Muara Asam Asam, Kecamatan Jorong, Tanah Laut air laut terus mengikis daratan dan semakin mendekati badan jalan.

Sekolah Pun Hanyut

BEBERAPA waktu lalu, tokoh warga Pagatan Besar telah menghadap pejabat berwenang di Kantor Bupati. Mereka berharap agar pemkab secepatnya memperpanjang bronjong yang ada dan membangun dua unit bronjong baru untuk mencegah abrasi.

Abrasi yang terjadi di sejumlah tempat di Tala selama ini tidak hanya merusak rumah warga tetapi menghanyutkan sejumlah fasilitas umum, seperti, sekolah dasar dan kuburan.

Beberapa wilayah Tala memang bersentuhan dengan laut Jawa sehingga beberapa permukiman warga di dekat pantai selalu terancam abrasi. Wilayah yang memiliki potensi laut yaitu Kecamatan Kurau, Takisung, Panyipatan, Jorong, dan Kintap. roy

"Jaraknya dari badan jalan desa setempat saat ini sudah cukup dekat. Hanya tinggal 20an meter," sebut anggota Komisi II DPRD Tala Hj Asmiriyati Yunus, Rabu (11/4).

Namun tahun ini warga Desa Muara Asam Asam mendapat kabar menyejukkan. Pemkab Tala telah menganggarkan dana untuk mengatasi abrasi di kampung nelayan tersebut.

"Kalau tak salah, dananya Rp1,25 miliar. Saya berharap pekerjaan fisik bisa secepatnya direalisasikan, karena abrasi terus berlangsung," kata Asmiriyati.

Abrasi di Muara Asam Asam tergolong cukup parah. Bentang abrasi sporadis terjadi di pesisir pantai sekurangnya mencapai 600 meter. Tercatat puluhan rumah warga yang telah menjadi korban selama beberapa tahun terakhir.

Namun dana tersebut belum mampu menanggulangi seluruh bentang kerusakan abrasi tersebut. "Ini dilakukan bertahap. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilanjutkan kembali," ujar Asmiriyati.

Sampai sekarang pun abrasi masih tetap mengancam kehidupan warga setempat. Lebih-lebih kurun waktu terakhir angin berembus cukup kencang yang disertai besarnya ombak.

Warga Muara Asam Asam sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Di antara mereka bermukim di pesisir pantai dan di bibir sungai setempat yang berubungan langsung dengan air laut.

Usulan penanganan abrasi sebenarnya telah disampaikan sejak lama. Namun selama itu usulan tersebut belum terakomodasi dalam kegiatan pembangunan di Tala, dan baru tahun ini terealisasi.

Selain Muara Asam Asam, tahun ini Pemkab Tala juga akan menanggulangi abrasi di sejumlah tempat lainnya. "Di antaranya di Desa Pagatan Besar dan Tabonio Kecamatan Takisung," kata Asmiriyati.

Bentang abrasi di Pagatan Besar, sebut Asmiriyati, mencapai 300an meter. roy


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
Bibit Padi Terendam Lagi

Cuaca Arab Saudi Stabil


"Cintai Ajaran Rasul"


Blasting Baramarta Resahkan Warga


Tujuh Tahun Tanpa Puskesmas


PLN Bangun 181 Tower


Air Laut Dekati Badan Jalan


Jalan Tembus Rusak Berat


Tahun Ini Hijauan Ternak Nihil


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123