RENCANA induk atau master plan tata air kawasan Pengembangan Lahan Gambut
(PLG) Kalimantan Tengah rencananya akan mulai masuk proses lelang tender dengan nilai
proyek 1 juta euro (sekitar Rp12 miliar).
"Pelaksanaan tendernya di negara Belanda, karena biaya pembuatan master plan ini
sepenuhnya dari mereka. Saat ini, tim tengah menyiapkan kerangka acuan kerjanya,"
kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalteng Syahrin Daulay, belum
lama tadi.
Menurut dia, proyek pembuatan master plan itu akan ditenderkan ke sejumlah
konsultan di negeri kincir angin itu dan diharapkan proses pelaksanaannya akan segera
dimulai.
Syahrin mengemukakan, saat ini prosedur teknis dalam kerangka acuan kerja masih dalam
tahap finalisasi oleh tim ahli dari penasehat Deplu Belanda dan Kedubes Belanda.
Pelaksanaan pembuatan master plan sendiri akan melibatkan sejumlah konsultan ahli
dari berbagai displin ilmu terkait, terutama hidrologi.
Ia mengakui, proses pembuatan master plan tersebut memang sangat hati-hati
karena harus mempertimbangkan semua aspek dan persoalan di masa lalu agar kesalahan pada
proyek terdahulu tidak terulang.
"Pada masa lalu misalnya, kami belum tahu kalau memotong kubah gambut tebal justru
berdampak pada kerusakan gambut. Sedangkan sekarang kami mulai paham soal itu dan harus
diperhitungkan secara matang," jelasnya. ant