:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 02:35


1,5 Juta Warga DKI Pilih Golput

  • Jumlah pilihan sedikit

Jakarta, BPost
Survei Pusat Kajian Kebijaksanaan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyatakan, sebanyak 1,5 juta pemilih di Jakarta, tidak akan menggunakan hak pilihnya alias golput.

Survei ini berkait tentang perilaku pemilih dalam rangka Pilkada DKI Jakarta untuk mencari pasangan cagub dan cawagub yang populer di mata masyarakat, per bulan Maret-April 2007.

Survei dilakukan di lima wilayah kotamadya dan Kepulauan Seribu dari 30 Maret 2007 sampai 6 April 2007 terhadap 2.640 responden dari 5,8 juta jiwa pemilih penduduk potensial Pilkada.

"Berdasarkan survei, 26 persen responden menyatakan untuk tidak memilih pasangan calon dari kalangan mana pun," kata Direktur Ekskutif Puskaptis Husin Yazid kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (12/4).

Ia mengatakan, sebelumnya di bulan Maret 2007, angka golput di Jakarta hanya 10 persen. Peningkatan angka terhadap pengabaian hak pilih ini, dari 10 persen ke 26 persen terjadi, karena masyarakat tidak diberikan pilihan yang cukup banyak.

Pada April 2007, hanya ada dua nama kuat pasangan calon, yakni Fauzi Bowo dan Adang Daradjatun. Sedangkan pada Maret, masih ada empat nama cagub, Fauzi Bowo, Adang Daradjatun, Sarwono Kusumaatmadja, dan Agum Gumelar.

"Dengan adanya dua nama ini, pemilih yang tadinya mau memilih Sarwono dan Agum akhirnya memilih golput. Makanya, angka golput naik dari 10 persen ke 26 persen," katanya.

Selain angka golput yang meningkat menjadi 26 persen, berdasarkan hasil survei, 65 persen responden menyukai pasangan calon yang berlatar belakang militer dan sipil/birokrasi (65 persen). Hanya 9 persen responden yang menyukai pasangan calon dari sipil dan sipil.

Dari hasil survei juga terungkap, Fauzi Bowo merupakan gubernur favorit pilihan masyarakat. Ada 36 persen responden yang memilih Fauzi Bowo.

Pasangan cawagub yang diinginkan masyarakat untuk mendampingi Fauzi Bowo yaitu Slamet Kirbiyantoro yang memperoleh 36 persen dari total suara responden. Sisanya, Ferial Sofyan (28 persen), Djasri Marin (26%), Asril Tanjung (8%), dan Abdul Wahab Makodongan (6%).

Pengebirian Aspirasi

Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor menilai telah terjadi proses pengebirian aspirasi masyarakat dengan munculnya dua nama kuat calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI.

"Setelah dicermati perkembangan yang terjadi, ada penggiringan pilihan masyarakat kepada dua pasangan calon," kata Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta Yahya Abdul Habib.

Menurut dia, Jakarta sebagai kota metropolitan yang multikultural, multilevel, dan multiproblem seharusnya bisa memunculkan lebih dari dua nama pasangan calon. Seperti Pilkada yang berlangsung di luar Jakarta yang menghadirkan tiga, empat, atau lima pasangan calon.

"Munculnya banyak nama kan bukan sesuatu yang haram, mengapa demokrasi dikebiri. Padahal, ada calon lain yang merupakan aspirasi rakyat," kata kata Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Rachmad Sofian.ant/mio/dtc


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Nusantara
1,5 Juta Warga DKI Pilih Golput

Bapak-bapak Ini Membuat Saya Takut


Rp30 Triliun Diselamatkan


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123