ENTAH disengaja atau tidak, tiba-tiba di suatu siang yang menggerahkan di Desa
Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mantan Menteri
Perindustrian dan Perdagangan Rini MS Suwandi bertemu dengan para petani tebu dari
berbagai daerah.
"Sungguh, saya tidak menyangka jika di tempat yang jauh dari keramaian ini, saya
bertemu dengan orang-orang yang dulu mendemo saya," ujar Rini, membuka perbincangan
dengan para petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI)
di Desa Sumberkepuh, kemarin.
Ia pun kembali menceritakan masa lalunya, ketika baru sebulan dipercaya mantan Presiden
Megawati Sukarnoputri sebagai anggota Kabinet Gotong Royong, ribuan petani datang ke
kantornya pada 2002.
"Bapak-bapak ini membuat saya takut, karena setelah gagal menemui saya di kantor,
tiba-tiba mendatangi rumah saya berorasi sambil membawa puluhan truk berisi tebu,"
ujar wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat pada 9 Juni 1958 itu.
Ribuan petani yang melakukan aksi di bawah komando Ketua APTRI Arum Sabil itu mendesak
agar dia segera mengeluarkan keputusan yang berpihak kepada mereka.
Maka Rini pun akhirnya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Perindustrian dan
Perdagangan (Menperindag) Nomor 643/MPP/Kep/9/2002 tentang Tata Niaga Gula.
"Meski SK itu sudah saya buat, tapi mereka tetap belum puas. Saya dibawa keliling
orang-orang APTR dari pabrik gula yang satu ke pabrik gula lainnya, dari pelabuhan ke
pelabuhan," kata wanita yang menggondol gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas
Wellesly College, Massachusetts, AS, pada 1981 itu.ant/rol