KEMENANGAN 1-0 pada leg kedua melengkapi kemenangan mutlak dengan aggregate 4-0
Liverpool atas dari PSV Eindhoven. Lolosnya skuad Rafael Benitez ini, sekaligus
mengokohkan dominasi klub-klub Inggris di tingkat Eropa.
Dari empat semifinalis, hanya satu yang bukan klub Inggris, yaitu AC Milan (Italia)
yang berhasil lolos setelah menang 2-0 (aggregate 4-2) atas tuan rumah Bayern Muenchen.
Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) telah menetapkan jadwal semifinal. Seperti dilansir www.uefa.com,
Old Trafford mendapat kehormatan menjakdi venue digelarnya kick-off pertama
menuju partai final yang akan dilangsungkan di Stadion Olimpyco, Athena, 23 Mei 2007.
Jadwal yang mempertemukan Manchester United versus Milan itu akan dilangsungkan
24 April 2007. Dari hasil undian ini, Rossoneri menjadi tim yang diuntungkan.
Menjadi satu-satunya klub yang berusaha menghentikan dominasi klub asal Inggris, jadwal
tersebut membuat San Siro menjadi venue terakhir untuk menentukan finalis kedua
yang direncanakan berlangsung 2 Mei 2007.
Rossoneri memiliki momen indah dalam menghadapi MU pada babak perdelapan final
musim kompetisi 2004-05. Ketika itu The Red Devils harus mengakui keunggulan lawannya
dengan aggregate 0-2.
Tapi United musim ini berbeda dengan dua tahun lalu, demikian pula dengan Milan. Red
Devils secara perkasa menjungkalkan wakil Italia, AS Roma, di babak sebelumnya dengan aggregate
8-3.
Di semifinal lainnya, akan tersaji derby sesama wakil Inggris, Chelsea versus
Liverpool. Stamford Bridge akan menjadi tuan rumah pertama, 25 April nanti. Sebelum
finalis pertama ditentukan di Anfield seminggu kemudian.
Jika Chelsea berhasil menjejakkan kakinya di Athena, itu berarti pencapaian terbaik
mereka sepanjang sejarah klub itu berdiri pada tahun 1905.
Dari pertemuan keempat tim ini, satu klub Inggris (baik Chelsea maupun Liverpool) akan
mengisi satu tempat di babak final. Red Devils yang mempunyai tugas lebih besar,
memastikan terjadi All England Final di Athena.
Supremasi sepakbola Inggris di tingkat Eropa memang tergantung keperkasaan Red
Devils di semifinal. Meski tantangan berat dipastikan bakal menghadang mereka.
Milan adalah tim yang jadi semifinalis paling sukses di Liga Champions. Enam gelar
juara menunjukkan Rossoneri punya budaya bagus di Eropa, dan sukses terakhir
terjadi di 2003 lalu. Dalam lima tahun terakhir, Milan empat kali maju ke semifinal.
Namun Pelatih Milan Carlo Ancelotti sama sekali tidak menganggap remeh United. Bahkan
saat drawing awal Maret lalu, Ancelotti mengaku bersyukur tidak langsung bertemu
Manchester United.
"Tanpa bermaksud meremehkan yang lain, saya bersyukur kami tidak bertemu
Manchester United," ujarnya. Tetapi tentu saja kini Ancelotti tidak akan mengatakan
hal serupa.
Tidak hanya Ancelotti yang menilai serius MU. Bursa-bursa taruhan pun menempatkan
peraih treble winner 1998/1999 itu sebagai unggulan pertama bersama Chelsea. Malah
Milan dengan reputasi terbaik, kini justru menjadi tim yang paling tidak diunggulkan.
Bagi Rossoneri, ini bukan bukan lagi menghentikan Red Devils di
semifinal, tapi bagaimana menghentikan dominasi Inggris di tingkat Eropa.
Meski sejarah Liga Champions membuktikan, saat Spanyol dan Italia mengirim tiga
wakilnya ke semifinal, tropi selalu menjadi milik mereka. dtc/lbc/blc