SETELAH dua minggu mendapat perawatan di medis di rumah sakit, legenda
Argentina, Diego Maradona, telah meninggalkan rumah sakit. Namun dokter mengingatkannya
agar tak lagi mengonsumsi alkohol, juga makanan secara berlebih.
Maradona dibawa ke rumah sakit pada 28 Maret lalu. Penyebab turunnya kesehatan Maradona
adalah konsumsi alkohol dan makanan, serta rokok yang berlebihan. Kejadian ini sempat
membuat kepanikan dan kesimpangsiuran berita soal kondisi Maradona, bahkan media Inggris
ada yang menyebutkan legenda Argentina itu mencoba bunuh diri.
Dokter klinik di Buenos Aires tempat Maradona dirawat, menjelaskan Maradona menderita
penyakit hepatitis akut. Karena itu, Maradona mendapat peringatan keras kalau penyakitnya
sangat peka terhadap alkohol juga makanan.
"Saya akan mengikuti instruksi dokter. Jika saya tidak melakukan itu, yang akan
rugi saya sendiri. Saya ingin menyelesaikan terapi saya," ujar Maradona kepada
televisi Argentina TyC Sports, Kamis (12/4).
Dokter pribadi Maradona, Alfredo Cahe, mengungkapkan pasiennya ditangani oleh tim yang
beranggotakan beberapa ahli gizi dan dokter spesialis. Pria 46 tahun itu juga dijadwalkan
menjalani terapi di Swiss, meski bukan dalam jangka waktu dekat.
Keluar dari rumah sakit, Maradona sudah memiliki agenda baginya wajib dipenuhi yakni
menyaksikan big match Liga Argentina Boca Juniors versus River Plate, akhir
pekan ini.
"Saya harus datang ke pertandingan itu. Bahkan jika harus menggunakan ambulan,
saya akan pergi ke sana," tandasnya. dtc/kcm