Oleh: Uti Konsen UM
Staf Khusus BSM Wilayah Kalimantan
Rasulullah SAW berkata: "Tidak ada seorang Nabi pun, kecuali ia pernah
mengembala." Sahabat bertanya: "Apakah engkau pernah mengembala?"
"Benar, aku pernah mengembala," jawa Nabi.
Munajat Nabi Musa AS: "Ya Tuhan, dengan sebab apa Engkau mengangkatku sebagai
teman?" Tuhan menjawab: "Karena kasih sayangmu terhadap mahluk-makhluk Ku.
Dahulu engkau menggembalakan kambing Syuaib, lalu ada satu kambing yang lari dan
engkau berusaha mengikuti jejaknya dengan susah payah. Setelah berhasil menemukannya,
engkau mendekapnya di pangkuanmu lalu berkata, kasihan ... engkau telah melelahkanku dan
dirimu sendiri. Karena kasih sayangmu kepada makhluk Ku, maka engkau Kupilih dan Kujadikan
Nabi."
Dikisahkan, di hari akhirat datang seorang ahli ibadah kepada Allah membawa aneka
pahala ibadah, tetapi Allah malah mencapnya sebagai ahli neraka. Ternyata, suatu ketika si
Abid ini mengurung seekor kucing sehingga kucing itu tidak bisa mencari makan dan tidak
pula diberi makan oleh si ahli ibadah itu. Akhirnya kucing itu mati kelaparan. Walau ia
seorang Abid, ternyata laknat Allah tetap menimpanya dan Allah menetapkan ia sebagai ahli
neraka. Tiada lain karena tidak hidup dalam kasih sayang.
Sebaliknya, suatu waktu seorang perempuan berlumur dosa beristirahat di pinggir oase di
sebuah lembah padang pasir. Tiba-tiba datang seekor anjing yang menjulurkan lidahnya
seakan sedang kehausan. Anjing itu berusaha meminum air di oase itu. tapi tetap tidak
berhasil. Melihat itu, hati perempuan tersebut tergerak untuk menolongnya. Dibukalah
slopnya untuk menceduk air. Setelah air diperoleh, langsung diberikannya kepada anjing
yang kehausan itu. Subhanallah. Dengan izin Allah, terampunilah dosa si perempuan
itu.
Setelah Rasulullah menceritakan kisah tersebut kepada sahabat, di antaranya bertanya:
"Ya Rasulullah, apakah kita mendapat pahala jika berbuat baik terhadap hewan?"
Nabi SAW menjawab: "Setiap perbuatan baik pada yang bernyawa ada pahalanya."
Dalam kaitan ini, Abu Darda RA sering mencari anak-anak untuk membeli burung mainan mereka
lalu melapaskannya sambil berkata: "Terbanglah engkau. Carilah kehidupan."
Satu ketika Umar bin Khattab RA berjalan. Ia melihat seekor burung pipit dijadikan
mainan oleh seorang bocah. Khalifah kedua ini iba. Lalu membeli pipit itu dan
membebaskannya. Ketika Umar wafat, seorang sahabat bermimpi melihat Umar dikaruniai
kebahagiaan tiada tara. Ketika ditanya amalannya, ternyata lantaran ia menyayangi burung
pipit itu. Rasulullah bersabda: "Orang penyayang adalah orang yang disayangi Allah
Yang Maha Penyayang. Maka, sayangilah makhluk di bumi, niscaya kalian disayangi Dzat yang
di langit." (HR Turmuzi, Abu Daud dan Ahmad)
Seorang ibu miskin dengan dua anaknya yang masih kecil menemui Aisyah RA untuk meminta
sesuatu. Kebetulan yang ada hanya tiga biji kurma dan diberikannya kepada ibu itu. Kurma
itu dibagi rata, masing-masing mendapat satu biji. Karena saking laparnya anak itu dan
persis di saat ibunya memakan bagiannya, ia rebut kurma itu dari tangan ibunya. Dengan
tulus si ibu memberikan kurma itu kepada anaknya. Peristiwa ini dilaporkan Aisyah RA
kepada Rasulullah. Nabi SAW menegaskan, perempuan itu ahli surga lantaran sikap terpujinya
tersebut.
Abu Ubaidah bin Abdullah menerangkan: "Jika kalian melihat saudara kalian
terkena hukuman Allah, jangan kalian mengutuknya, jangan kalian membantu setan (dengan
kutukan itu). Tetapi katakanlah, Ya Allah kasihanilah dia, ya Allah ampunilah dia."
(HR Bukhari, Abu Daud dan Ahmad )
Seyogianya kasih sayang itu dimiliki setiap pemimpin, karena sifat itu membawa kita
untuk berlapang dada, bersabar dan tidak lekas putus asa demi berhasilnya tujuan yang
dicita-citakan.
Allah berfirman dalam QS An Nahl ayat 125: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu
dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantulah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa saja tersesat dari jalan
Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk." Wallahualam.
e-mail: ukonsen@syariahmandiri.co.id