:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 01:46


Dahsyatnya Kasih Sayang

Oleh: Uti Konsen UM
Staf Khusus BSM Wilayah Kalimantan

Rasulullah SAW berkata: "Tidak ada seorang Nabi pun, kecuali ia pernah mengembala." Sahabat bertanya: "Apakah engkau pernah mengembala?" "Benar, aku pernah mengembala," jawa Nabi.

Munajat Nabi Musa AS: "Ya Tuhan, dengan sebab apa Engkau mengangkatku sebagai teman?" Tuhan menjawab: "Karena kasih sayangmu terhadap mahluk-makhluk Ku. Dahulu engkau menggembalakan kambing Syu’aib, lalu ada satu kambing yang lari dan engkau berusaha mengikuti jejaknya dengan susah payah. Setelah berhasil menemukannya, engkau mendekapnya di pangkuanmu lalu berkata, kasihan ... engkau telah melelahkanku dan dirimu sendiri. Karena kasih sayangmu kepada makhluk Ku, maka engkau Kupilih dan Kujadikan Nabi."

Dikisahkan, di hari akhirat datang seorang ahli ibadah kepada Allah membawa aneka pahala ibadah, tetapi Allah malah mencapnya sebagai ahli neraka. Ternyata, suatu ketika si Abid ini mengurung seekor kucing sehingga kucing itu tidak bisa mencari makan dan tidak pula diberi makan oleh si ahli ibadah itu. Akhirnya kucing itu mati kelaparan. Walau ia seorang Abid, ternyata laknat Allah tetap menimpanya dan Allah menetapkan ia sebagai ahli neraka. Tiada lain karena tidak hidup dalam kasih sayang.

Sebaliknya, suatu waktu seorang perempuan berlumur dosa beristirahat di pinggir oase di sebuah lembah padang pasir. Tiba-tiba datang seekor anjing yang menjulurkan lidahnya seakan sedang kehausan. Anjing itu berusaha meminum air di oase itu. tapi tetap tidak berhasil. Melihat itu, hati perempuan tersebut tergerak untuk menolongnya. Dibukalah slopnya untuk menceduk air. Setelah air diperoleh, langsung diberikannya kepada anjing yang kehausan itu. Subhanallah. Dengan izin Allah, terampunilah dosa si perempuan itu.

Setelah Rasulullah menceritakan kisah tersebut kepada sahabat, di antaranya bertanya: "Ya Rasulullah, apakah kita mendapat pahala jika berbuat baik terhadap hewan?" Nabi SAW menjawab: "Setiap perbuatan baik pada yang bernyawa ada pahalanya." Dalam kaitan ini, Abu Darda RA sering mencari anak-anak untuk membeli burung mainan mereka lalu melapaskannya sambil berkata: "Terbanglah engkau. Carilah kehidupan."

Satu ketika Umar bin Khattab RA berjalan. Ia melihat seekor burung pipit dijadikan mainan oleh seorang bocah. Khalifah kedua ini iba. Lalu membeli pipit itu dan membebaskannya. Ketika Umar wafat, seorang sahabat bermimpi melihat Umar dikaruniai kebahagiaan tiada tara. Ketika ditanya amalannya, ternyata lantaran ia menyayangi burung pipit itu. Rasulullah bersabda: "Orang penyayang adalah orang yang disayangi Allah Yang Maha Penyayang. Maka, sayangilah makhluk di bumi, niscaya kalian disayangi Dzat yang di langit." (HR Turmuzi, Abu Daud dan Ahmad)

Seorang ibu miskin dengan dua anaknya yang masih kecil menemui Aisyah RA untuk meminta sesuatu. Kebetulan yang ada hanya tiga biji kurma dan diberikannya kepada ibu itu. Kurma itu dibagi rata, masing-masing mendapat satu biji. Karena saking laparnya anak itu dan persis di saat ibunya memakan bagiannya, ia rebut kurma itu dari tangan ibunya. Dengan tulus si ibu memberikan kurma itu kepada anaknya. Peristiwa ini dilaporkan Aisyah RA kepada Rasulullah. Nabi SAW menegaskan, perempuan itu ahli surga lantaran sikap terpujinya tersebut.

Abu ‘Ubaidah bin Abdullah menerangkan: "Jika kalian melihat saudara kalian terkena hukuman Allah, jangan kalian mengutuknya, jangan kalian membantu setan (dengan kutukan itu). Tetapi katakanlah, Ya Allah kasihanilah dia, ya Allah ampunilah dia." (HR Bukhari, Abu Daud dan Ahmad )

Seyogianya kasih sayang itu dimiliki setiap pemimpin, karena sifat itu membawa kita untuk berlapang dada, bersabar dan tidak lekas putus asa demi berhasilnya tujuan yang dicita-citakan.

Allah berfirman dalam QS An Nahl ayat 125: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantulah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa saja tersesat dari jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk." Wallahualam.

e-mail: ukonsen@syariahmandiri.co.id


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


O P I N I
Manajemen Ilahiyah Sebuah Spirit

Dahsyatnya Kasih Sayang


TAJUK - Harapan Untuk (Mantan) Saudara


Konsultasi


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123