:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 13 April 2007 01:46


Harapan Untuk (Mantan) Saudara

Rakyat Timor Leste kembali mencatat sejarah dalam menjalani babak baru kehidupan bernegara mereka, setelah lepas dari status ‘Provinsi ke-27 RI’. Pada 9 April, negeri yang baru berusia delapan tahun itu melaksanakan pemilu perdana.

Walaupun sempat dibayangi kecemasan terjadi kerusuhan dan ketidaksiapan pelaksanaannya, pemilu putaran pertama ini berjalan lancar. Presiden Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, menyatakan rasa gembira dan terima kasih kepada masyarakat dan elit politik di negaranya serta badan penyelenggara pemilu.

Sebagai negara tetangga paling dekat dan pernah satu ibu pertiwi dengan Timor Leste, Indonesia tentu gembira dengan hasil yang dicapai negeri yang dulunya pernah dijajah Portugis itu. Karena bagaimana pun, sebagian warga Timor Leste masih memiliki sanak saudara di Indonesia. Selain itu, tak sedikit warga Indonesia yang masih mencari nafkah di negera itu.

Di sisi lain, Indonesia sangat berkepentingan terhadap situasi dan kondisi Timor Leste. Jika terjadi kerusuhan di negara itu, sedikit banyak imbasnya pasti ke Indonesia. Buktinya, ketika negara itu diguncang pemberontakan dipimpin Reinado Alfedo, Indonesia terpaksa menyiagakan pasukan TNI di perbatasan.

Bahkan Indonesia sempat menutup pintu perbatasan. Saat itu pula, tak sedikit warga Indonesia yang berada di Timor Leste terpaksa eksodus kembali ke Indonesia. Bahkan kabar terakhir yang beredar, Alfredo diduga masuk wilayah Indonesia dan bersembunyi di sini.

Selama pelaksanaan Pemilu Timor Leste sendiri, Pemerintah RI menyiagakan 1.000 personel pasukan di perbatasan guna menghindari kemungkinan adanya aksi anarkis yang merambat ke wilayah Indonesia.

Walaupun rakyat Timor Leste memutuskan berpisah dengan ‘saudaranya’ provinsi di Indonesia melalui referendum pada 30 Agustus 1999, kita tetap prihatin atas apa pun yang menimpa negara itu, terlepas dari kepentingan keamanan.

Pasca-Pemilu Timor Leste pada 9 April lalu, tercatat dua nama yang bakal masuk putaran II yaitu Jose Ramos Horta (Perdana Menteri Timor Leste) dan Francisco Guterres (Lu Olo).

Bagi Indonesia, siapa pun yang bakal terpilih nanti menjadi Presiden Timor Leste bukan sebuah persoalan. Karena siapa pun pemimpinnya, sebagai negara tetangga Indonesia tentu saja siap berhubungan dan bekerja sama dengan Timor Leste.

Tak kalah penting, harapan besar dari pelaksanaan Pemilu putaran II adalah bagaimana negara itu bisa melalui fase penting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa secara rukun dan damai. Apalagi proses dan keberhasilan pelaksanaan pemilu adalah sebuah barometer bagi terlaksananya kehidupan berdemokrasi di negara itu.

Meskipun sebagian masyarakat Timor Leste mengaku menyesali berpisah dengan NKRI, namun bagaimana pun karena mayoritas rakyat bekas provinsi terakhir di Indonesia itu menghendaki merdeka dan menjadi sebuah negara sendiri, itulah yang harus dihormati.

Seperti juga negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, kita berharap semua rakyat Timor Leste bisa menerima hasil pemilu tersebut. Kalah atau menang, toh semuanya untuk negara dan rakyat. Timor Leste sudah kenyang dengan konflik. Bahkan sejak masih bergabung dengan RI selama 23 tahun, tak pernah lepas dari masalah. Pengalaman masa lalu ini seharusnya menjadi gambaran dan pijakan bagi rakyat Timor Leste, sebelum mereka memutuskan dan mengambil tindakan.

Pada 8 Mei 2007, menjadi momentum paling menentukan bagi rakyat Timor Leste dalam memaknai pilihan kemerdekaan yang telah mereka putuskan melalui referendum. Saat itulah akan diketahui pemimpin baru Timor Leste yang lahir dari pemilu pertama. Sebagai ‘mantan saudara’, kita berharap negeri itu mampu melalui tahap ini dengan aman dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa negeri itu lebih baik dari sebelumnya.


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


O P I N I
Manajemen Ilahiyah Sebuah Spirit

Dahsyatnya Kasih Sayang


TAJUK - Harapan Untuk (Mantan) Saudara


Konsultasi


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123