Tanya: Bagaimana caranya untuk meraih kesuksesan dalam belajar?
H Faisal
Gang Seroja Pekapuran Raya Banjarmasin
Jawab: Mahasiswa yang sukses adalah mahasiswa yang berhasil dalam
studinya. Ia dapat menyelesaikan studinya tepat waktu, dan pada akhir studinya ia
memperoleh hasil memuaskan. Untuk mencapainya terdapat dalam kata hikmah pujangga:
"Tiga kunci kesuksesan; kecerdasan, bekerja keras dan sabar."
Dalam belajar, kecerdasan itu menjadi syarat. Dimaksud dengan kecerdasan ialah
kemampuan mahasiswa dalam memahami masalah, mampu menganalisisnya dan mengambil
kesimpulan. Dosen hanya bertugas mengantarkan mahasiswa dalam memahami masalah, karena itu
kesuksesan tidak selalu tergantung kepada dosen. Di samping adanya kecerdasan, mahasiswa
sukses selalu bekerja keras, dari mengikuti kuliah sampai mencari bahan lain dari yang
diberikan dosen dalam buku literatur diperpustakaan.
Memang, mengikuti perkuliahan maupun mencari dalam pelbagai literatur di perpustakaan
adalah pekerjaan yang membosankan. Karena itu, sikap kebosanan harus dikikis dengan
menanamkan kesabaran dari gangguan seperti malas, cepat mengantuk atau mendahulukan
pekerjaan lain yang tidak ada hubungannya dengan studi. Jadi mengatasi kebosanan dan rasa
malas diperlukan kesabaran. Di samping kecerdasan, bekerja keras dan sabar, mahasiswa
sukses dapat mengatur waktu dan harus ada jadwal setiap hari. Umpamanya membaca buku yang
halamannya 100, setiap hari ditargetkan lima halaman maka dalam jangka 20 hari selesailah
buku itu dibaca.
Mungkin saja pada suatu saat jadwal yang ditetapkan itu terganggu oleh kegiatan lain,
sehingga pada hari itu tidak dapat membaca maka pada besok hari jumlah halaman yang belum
terbaca dibaca digabungkan dengan halaman yang sudah terjadwal, sehingga yang dibaca 10
halaman. Apabila hal ini dilaksanakan dengan tepat, dalam 20 hari buku itu betul-betul
selesai dibaca. Menepati ini memang memerlukan konsekwensi dan keinginan keras. Apabila
terbiasa, semua kegiatan sehari-hari terjadwal dan dapat mencapai target yang ditetapkan
dalam jadwal. Di kehidupan keseharian tidak kelihatan sibuk, karena sibuk itu sebenarnya
hanya merupakan penumpukan pekerjaan yang tertunda.