Meningitis adalah infeksi pada selaput otak yang
akibatnya bisa membahayakan kehidupan anak dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen
setelah sembuh.
Radang selaput otak itu bisa disebabkan oleh virus, bakteri atau organisme lain. Gejala
umumnya panas badan dalam beberapa hari, kata dr Riza Syahyuni SpA dari RS H Abdul Aziz
Marabahan.
Pada anak besar, selain panas menggigil juga nyeri kepala mendadak yang disertai dengan
kaku kuduk, nyeri tenggorokan, mual, muntah, kesadaran menurun, tatapan mata kosong..
Sedangkan gejala pada bayi tidak terlalu khas. Bayi tampak lemah dan malas atau tidak
mau minum, muntah-muntah, kesadaran menurun, ubun-ubun besar tegang dan membonjol, leher
lemas, nafas tidak teratur.
Dalam diagnosis, untuk membedakan penyebab meningitis karena virus atau bakteri agak
sulit kalau hanya dengan pemeriksaan fisik saja. Perlu dikuatkan dengan pemeriksaan
laboratorium cairan serebrospinal.
Di Indonesia, angka kematian karena meningitis berkisar antara 18-40 persen dengan
angka kecacatan 30-50 persen. Kecacatan yang terjadi berupa gangguan pendengaran yang
bersifat sensoneural, gangguan penglihatan, retardasi mental (keterbelakangan mental),
gangguan bicara, kelainan saraf kranial (mata juling dsb), ataksia (gerakan kaku dan
patah-patah), kejang berulang, hidrosefalus dan kelumpuhan anggota gerak.
Kalau penderita ada tanda radang otak harus segera diberi antibiotika, karena kalau
terlambat bisa meninggal atau sembuh tapi ada gejala sisa berupa cacat fisik atau mental.
Pengobatan meningitis pun harus dilakukan di rumah sakit karena umumnya anak dalam
keadaaan kejang, kesadaran menurun dan seringkali muntah dan atau ada diarenya. Oleh
karena itu, anak harus mendapatkan cairan infus, pemberian anti kejang dan antibiotika
injeksi.
Harapan hidup anak yang menderita meningitis tergantung banyak faktor, antara lain usia
anak, jenis mikroorganisme penyebab, berat ringannya infeksi, lamanya sakit sebelum
mendapat pengobatan dan kepekaan bakteri terhadap antibiotika yang diberikan.
Infeksi radang otak bisa menular kepada anak lain sejauh bakteri penyebab masih berada
di tenggorok dan hidung, karena menular melalui udara.
Penyakit ini bisa ditularkan melalui kontak dengan lendir atau percikan dari hidung
atau tenggorok ketika orang bersin, mencium, batuk atau menggunakan barang pribadi seperti
sikat gigi dan cangkir.
Infeksi dapat mencapai selaput otak (meningitis) melalui aliran darah karena infeksi di
tempat lain seperti infeksi tenggorokan (faringitis, tonsilitis), infeksi katup jantung
(endokarditis), pneumonia dan infeksi gigi. Bisa juga karena perluasan langsung dari
infeksi sekitar yang disebabkan infeksi sinusitis, mastoiditis dan abses otak.
Meningitis pada bayi baru lahir dapat terjadi karena aspirasi cairan amnion saat bayi
melalui jalan lahir atau melalui plasenta ibu sewaktu hamil.
Pada bayi baru lahir, bakteri penyebab utama meningitis adalah golongan streptokokus
group B, streptokokus pneumonia, staphylokokus sp dan salmonella sp.
Sedangkan pada anak usia 2 bulan - 4 tahun yang terbanyak adalah hemophilus influenza
tipe B disusul streptokokus pneumonia dan neisseria meningitis. Pada anak usia lebih 4
tahun, bakteri penyebab utama adalah streptokokus pneumonia, neisseria meningitis.drt