Tindakan pencegahan terhadap penyakit meningitis dengan pemberian vaksinasi Hib
(vaksin yang mencegah meningitis atau penyakit lain yang disebabkan bakteri hemophilus
influenza tipe b). Vaksin Hib diberikan pada anak mulai usia 2 bulan sebanyak 3 - 4 kali
suntikan (pada usia 2, 4 dan 6 bulan) dan suntikan penguat 12 bulan. Tujuannya agar anak
terlindung untuk jangka waktu yang lama. Vaksin ini dapat diberikan bersamaan dengan
vaksin yang lain seperti vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan vaksin polio.
Riza menyebutkan, ada dua alasan mengapa semua anak mempunyai risiko terserang infeksi
Hib, pertama anak balita belum mempunyai kekebalan alamiah yang cukup untuk melindungi
dirinya dan yang kedua infeksi Hib ditularkan melalui perantaraan air ludah dan ataupun
udara, sehingga anak mempunyai risiko besar terinfeksi Hib karena sering bermain dalam
suatu kelompok.
Tidak semua orang yang tertular bakteri hemophilus influenza menderita meningitis
karena sangat tergantung dari kekebalan tubuhnya. Anak yang rentan terinfeksi bakteri
hemophilus influenza akibatnya bisa fatal, setelah sembuh pun kadang timbul masalah lain
seperti keterbelakangan mental.
Untuk itu, kata Reza, semua anak balita dianjurkan mendapatkan imunisasi Hib. Sebab
meningitis yang disebabkan bakteri Hib paling banyak menyerang anak-anak di usia 3 bulan -
4 tahun.
Mencegah infeksi bakteri penyebab streprokokus pneumonia, saat ini juga tersedia
vaksinnya (pneumo 23 atau prevenar) yang juga diberikan 3 - 4 kali mulai usia 2 bulan.
Kuman hemophilus influenza tipe B dan streptokokus pneumonia dapat menyebabkan penyakit
lain, seperti pneumonia (infeksi paru-paru), selulitis (infeksi kulit), arthritis (infeksi
sendi) dan epiglotis (peradangan epiglotis).
Dengan pemberian imunisasi Hib dan pneumokokus, diharapkan penyakit-penyakit lainnya
dapat dicegah. Terpenting adalah menjaga kondisi tubuh dengan baik dengan selalu
memperhatikan kebersihan dan status gizi pada anak agar kondisinya fit. drt