Banjarmasin, BPost
Asosiasi Pedagang Gula (APG) Kalsel mempertanyakan status gula asal Pontianak
sebanyak 1.450 ton yang kini telah dibongkar di gudang 401 Pelabuhan Trisaksi,
Banjarmasin. Mereka menduga, surat-surat pengiriman gula tersebut kurang lengkap.
Ketua asosiasi tersebut, H Jaini didampingi beberapa pengurus, Kamis (13/5) menilai
gula tersebut memang telah dilengkapi dokumen dari Deperindag di Jakarta, namun
kenyataannya diduga kurang lengkap karena tidak dilengkapi pula surat rekomendasi dari
Deperindag Kalsel, sebagai daerah penerima.
Seperti diketahui, gula sebanyak 1.450 ton asal Pontianak dengan tujuan UD Jaya Abadi
itu sempat diperiksa oleh jajaran Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP)
Banjarmasin ketika bertambat di sekitar Pulau Kembang, tiga hari lalu. Namun setelah
diperiksa, pihak KPPP menyatakan dokumen gula itu lengkap sehingga bisa dilakukan
pembongkaran.
Pjs Kepala KPPP Banjarmasin, Iptu Wuriyanto, mengakui telah memeriksa terhadap 1450 ton
gula pasir asal Pontianak yang dikirim oleh Renaldy warga Ujung Pandang melalui KM Swadaya
itu. Namun setelah dilakukan pengecekan terhadap dokumen-dokumen, semua dinyatakan resmi.
Dokumen itu antara lain daftar manifes, Perdagangan Gula Antar Pulau (PGAPT),
rekomendasi dari Dirjen Deperidag Dalam Negeri, dan juga Surat Izin Berlayar (SIB).
Sementara itu, menurut salah seoran anggota asosiasi, H Aftah, berdasarkan konfirmasi
yang mereka terima dari Deperindag Kalsel, bahwa UD Jaya Abadi belum mendapat rekomendasi
dari Deperindag Kalsel--sebagai daerah penerima. Dengan fakta seperti itu, dikatakan
mustahil apabila UD Jaya Wijaya dapat rekomendasi dari Deperindag Pusat.
Dikatakannya, para pedagang gula di Kalsel menyatakan kekecewaannya karena hal itu akan
merusak pasar gula lokal, apalagi dikatakannya, stok gula di Kalsel saat ini relatif
kurang.
"Jika hal itu dibiarkan, maka wajar kita mengancam juga akan melakukan hal yang
sama," kata H Aftah.
Sementara, Kepala Deperindag Kalsel, Hadi Susilo belum bisa dikonfirmasi BPost,
Kamis (13/5) karena menurut stafnya, ia sedang berada di Australia. ori/pwk