:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Fokus Pemilu
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Euro 2004

Opini-Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 14 Mei 2004 03:49


Gula Asal Pontianak Dipertanyakan

Banjarmasin, BPost
Asosiasi Pedagang Gula (APG) Kalsel mempertanyakan status gula asal Pontianak sebanyak 1.450 ton yang kini telah dibongkar di gudang 401 Pelabuhan Trisaksi, Banjarmasin. Mereka menduga, surat-surat pengiriman gula tersebut kurang lengkap.

Ketua asosiasi tersebut, H Jaini didampingi beberapa pengurus, Kamis (13/5) menilai gula tersebut memang telah dilengkapi dokumen dari Deperindag di Jakarta, namun kenyataannya diduga kurang lengkap karena tidak dilengkapi pula surat rekomendasi dari Deperindag Kalsel, sebagai daerah penerima.

Seperti diketahui, gula sebanyak 1.450 ton asal Pontianak dengan tujuan UD Jaya Abadi itu sempat diperiksa oleh jajaran Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Banjarmasin ketika bertambat di sekitar Pulau Kembang, tiga hari lalu. Namun setelah diperiksa, pihak KPPP menyatakan dokumen gula itu lengkap sehingga bisa dilakukan pembongkaran.

Pjs Kepala KPPP Banjarmasin, Iptu Wuriyanto, mengakui telah memeriksa terhadap 1450 ton gula pasir asal Pontianak yang dikirim oleh Renaldy warga Ujung Pandang melalui KM Swadaya itu. Namun setelah dilakukan pengecekan terhadap dokumen-dokumen, semua dinyatakan resmi.

Dokumen itu antara lain daftar manifes, Perdagangan Gula Antar Pulau (PGAPT), rekomendasi dari Dirjen Deperidag Dalam Negeri, dan juga Surat Izin Berlayar (SIB).

Sementara itu, menurut salah seoran anggota asosiasi, H Aftah, berdasarkan konfirmasi yang mereka terima dari Deperindag Kalsel, bahwa UD Jaya Abadi belum mendapat rekomendasi dari Deperindag Kalsel--sebagai daerah penerima. Dengan fakta seperti itu, dikatakan mustahil apabila UD Jaya Wijaya dapat rekomendasi dari Deperindag Pusat.

Dikatakannya, para pedagang gula di Kalsel menyatakan kekecewaannya karena hal itu akan merusak pasar gula lokal, apalagi dikatakannya, stok gula di Kalsel saat ini relatif kurang.

"Jika hal itu dibiarkan, maka wajar kita mengancam juga akan melakukan hal yang sama," kata H Aftah.

Sementara, Kepala Deperindag Kalsel, Hadi Susilo belum bisa dikonfirmasi BPost, Kamis (13/5) karena menurut stafnya, ia sedang berada di Australia. ori/pwk


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Hukum & Kriminalitas
Gula Asal Pontianak Dipertanyakan

Bukti Mandiri Tak Sesuai


"Caleg Jadi" Diperiksa Polisi


SS Di Magic Jar


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123