:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Fokus Pemilu
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Euro 2004

Opini-Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 14 Mei 2004 03:52:31


Pembebasan Ferry Gagal

Aceh, BPost
Ferry Santoro, juru kamera RCTI yang ditawan anggota kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) gagal dibebaskan kemarin. Alasannya, GAM melihat adanya pergerakan pasukan TNI di sejumlah wilayah yang akan dijadikan lokasi pembebasan.

Karena itu, pembebasan sandera baru akan dilakukan hari ini, Jumat (14/5). "Sedianya rekan kerja almarhum Ersa Siregar itu akan dibebaskan dengan difasilitasi Federasi Jurnalis Internasional, Palang Merah Indonesia, dan Aliansi Jurnalis Independen." kata Ketua Umum AJI, Edi Suprapto, kemarin.

Menurut Edi, sebenarnya pembebasan kali ini sudah dirancang dalam pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh dan Lhokseumawe dalam dua hari terakhir. Sejatinya, kesepakatan pembebasan Ferry sudah 99 persen. "Satu persennya tinggal menjemput," ujar Edi.

Bahkan, saat ini pihak mediator telah menyiapkan sejumlah ambulans di beberapa tempat untuk menjemput para sandera. Persiapan itu dilakukan setelah pihak GAM berjanji selain Ferry, juga akan dibebaskan para sandera sipil lainnya.

Namun, seperti dikatakan Eddy Dipo, Radio Sonora dari Lhokseumawe, hingga pagi kemarin belum jelas pukul berapa dan di mana tempat pembebasan yang dijanjikan GAM tersebut. Para wartawan masih terus mencari kepastian soal waktu dan tempat ini.

KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu mengatakan, pembebasan Ferry diundur hari Sabtu (15/5). "Di H-1 dan saat pembebasan itu, TNI tidak akan melakukan penyerangan," katanya membantah TNI melakukan pergerakan di hari pembebasan kemarin .

Menurut KSAD, saat ditemui dalam dialog Kebangsaan di Hotel Aryaduta, Senen, Jakarta Pusat, kemarin, TNI telah menyetujui syarat yang diajukan GAM untuk tidak melakukan serangan pada H-1 dan pada hari H.

Darurat Sipil

Sementara itu dalam Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin Presiden Megawati Soekarnoputri memutuskan untuk menurunkan status Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dari darurat militer menjadi darurat sipil, namun Keppres dan struktur organisasinya masih akan dibahas pada Rapat Kabinet terbatas Senin (17/5) mendatang.

"Prinsipnya sidang kabinet terbatas ini menyepakati status Aceh diturunkan," kata Menkopolkam ad interim Hari Sabarno menjelaskan hasil sidang kabinet terbatas di Istana Negara Jakarta, Kamis (13/5).

Mengenai status organisasi, menurut Hari, pada sehari sebelumnya, sudah ada rapat polkam yang membahas keadaan Aceh, selain itu juga ada kunjungan Panglima TNI dan DPR ke Provinsi tersebut.

"Dari hasil evaluasi sampai kemarin (12/5) situasi cukup kondusif dan roda pemerintahan baik, namun memang masih ada 11 desa yang belum berfungsi penuh, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah sekitar 6.000 desa yang ada di Aceh maka 11 desa yang pemerintahannya belum optimal tersebut tidak menjadi masalah," katanya.klc/dtc

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Nusantara
Pembebasan Ferry Gagal

Demonstran Robohkan Gerbang Grahadi


Majelis Taklim Dirusak Massa


Polisi Biarkan Tawuran Mahasiswa


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123