:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Fokus Pemilu
Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Euro 2004

Opini-Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 14 Mei 2004


Lebih Baik Pilih Daging Asuh

BUKAN rahasia lagi jika tingkat kepercayaan masyarakat pada pola konsumsi daging dan produk olahan ternak unggas juga daging merah lainnya menurun. Ini akibat maraknya penyakit flu burung juga penyakit sapi gila yang mematikan.

"Ketakutan yang berlebihan pada produk hasil olahan ternak sebenarnya tidak perlu. Asal dengan prinsip kita sebagai konsumen waspada dan jeli dalam memilihnya. Nah, kalau standar mutunya sebenarnya Peternakan telah memiliki standar yakni, lebih baik memilih daging Asuh," ungkap Dr drh Denny W.Lukman MSi dari Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, berbicara saat Sosialisasi Daging Asuh, Rabu (12/5).

Apakah yang dimaksud dengan daging Asuh? Kepada ratusan peserta yang sebagian besar kaum ibu, karena memang acara ini merupakan gelaran hasil kerjasama Departemen Peternakan Kalsel dan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, Denny menjelaskan daging yang termasuk bahan pangan asal hewan sebaiknya sebelum dikonsumsi dapat memenuhi syarat aman, sehat, utuh dan halal.

Lebih jauh pria berperawakan gemuk ini memaparkan, bahwa kategori aman yakni jika pangan tidak mengandung bahan yang dapat mengganggu atau membayahakan kesehatan manusia. Kemudian, daging harus layak dikonsumsi yang berada pada suatu kondisi atau keadaan pangan tidak menyimpang dan dapat diterima oleh konsumen (tidak rusak, kotor, jijik, atau bau). Di Indonesia, dimana penduduk yang mengkonsumsi daging mayoritas muslim, maka ditambah satu syarat halal dimana hewan sebelum disembelih memenuhi syarat sesuai dengan syariat Islam.

Hal tersebut disyaratkan demi menjaga mutu gizi para konsumen, terutama mereka yang masih berada pada usia pertumbuhan. Tidak hanya daging, bahan atau produk olahan ternak yang lain pun tak luput dari slogan Asuh ini. Dengan memilih susu juga telur yang memenuhi kriteria tersebut, nilai gizi tinggi yang terdapat di dalamnya seperti protein, lemak, vitamin, mineral dan karbohidrat juga kandungan asam amino esensial diharapkan tak hilang, mengingat zat-zat tersebut sangat dibutuhkan tubuh karena tidak diproduksi dalam tubuh.

Di sisi lain, bahan-bahan pangan tersebut mudah rusak atau termasuk makanan yang masuk dalam perishable food. Disenangi oleh kuman-kuman, sehingga berpotensi berbahaya atau Potentially Hazardous Food/PHF akan kuman, parasit, residu antibiotik, residu hormon dan cemaran logam.

Daging merupakan semua bagian hewan yang disembelih yang aman, layak dan lazim dimakan oleh manusia. Termasuk di dalam daging kalau di Indonesia otot dan jeroan, sehingga daging sama dengan otot. Kualitas daging dipengaruhi oleh faktor-faktor sebelum, selama dan setelah proses pemotongan.

Bisa dilihat dari warna. Ini menjadi salah satu kriteria utama yang diperhatikan konsumen pada saat pembelian. Warna daging segar yang disukai konsumen warna cerah. Daging dengan warna gelap dinilai oleh konsumen sebagai daging yang telah disimpan lama dan telah mengalami pembusukan. Juga dapat dicermati dari warna bagian daging yang belum terpapar (expose) oleh udara (oksigen) merah keunguan; jika telah terpapar oleh udara selama beberapa menit 915-30 menit) akan berwarna merah cerah.

Bagaimana Menyimpannya?

Di zaman sekarang, fungsi lemari pendingin sedemikian pentingnya. Kebanyakan para ibu rumahtangga yang aktif tak ingin repot dan lebih mempercayakan bahan makanannya disimpan di lemari es demi menjaga kesegarannya. Namun tahukah Anda, bahwa tidak sembarang penyimpanan dapat kita lakukan, karena bukan tidak mungkin Anda justru tidak mendapatkan nilai gizi yang Anda harapkan karena penyimpanan yang Anda lakukan salah.

Perhatikan masa simpan bahan makanan pada suhu pendingin sesuai dengan jenis makanannya. Simpanlah daging, telur dan susu pada suhu di bawah 5 derajat celcius, dengan masa penyimpanan 3-7 hari. Hal yang sama dapat Anda berlakukan pada sosis segar dan ikan segar dan daging yang digiling. Bagaimana dengan daging ayam? Sebaiknya simpan pada suhu -1 sampai 2 derajat celcisu, tak lebih dari 2 hari. Telur dengan kulit utuh simpan pada suhu 1 sampai 5 derajat celcius, dan masih dapat dikonsumsi pada penyimpanan 2 minggu. Juga susu pasteurisasi, selama 10 hari pada suhu yang sama.

Dinginkan bahan makanan sesegera mungkin. Sebaiknya didinginkan atau diturunkan suhunya dari 60 derajat celcius menjadi 21 derajat celcius dalam waktu 2 jam. Selanjutnya dari suhu 21 derajat celcius menjadi 4 derajat celcius dalam 4 jam.

Bahan makanan beku disimpan pada suhu di bawah 18 derajat celcius harus dikemas baik. Anda mencairkan bahan makanan beku (frozen food) sebaiknya dicairkan dalam kulkas, microwave, atau dimasak langsung, pada air mengalir (suhu air kurang dari 21 derajat celcius).niz


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Hiburan-Gaya Hidup
HEALTH - Lebih Baik Pilih Daging Asuh

HEALTH - Masak Dengan Higinis


CELEBRITY - Project Pop Tampil Buka-Bukaan


CELEBRITY - A Mild Male & Female With Once & Mozza Sajian Romantis Para Pasangan


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123