:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 03:03:32


News Analysis
Dynno Cressbon
Pengamat Intelijen

Bukan Kelompok Iseng

KAMIS pagi pukul 09.00 WIB muncul rilis di internet istimata.co.nr tentang rencana pengeboman Kedubes Amerika Serikat oleh Brigade Istimata Internasional dengan menggunakan 150 Kg TNT dan alat pelontar granat. Biasanya, rumor prateror, misalnya dua bulan sebelum bom Bali, juga muncul rilis mengatasnamakan Istimata Internasional. Mereka menyatakan mau melakukan serangan terhadap fasilitas Amerika Serikat di Indonesia. Enam bulan kemudian mereka melakukan serangan di Konsul AS di Bali dan Padies Cafe.

Kali ini mereka melakukan hal yang sama. Jadi dengan adanya ancaman ini pihak diplomat Amerika menutup semua kantong diplomat di Indonesia, karena rilis semacam ini sudah yang kali kedua setelah ancaman mereka terbukti di Bali.

Soal seberapa besar kemungkinan ancaman itu menjadi kenyataan, seperti yang saya sampaikan kemarin bahwa tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan serangan bulan depan. Apakah mereka berhasil menjebol benteng pertahanan Kedubes AS, menurut saya sampai saat ini para teroris belum mampu menembus perisai keamanan dan security dari kantong diplomat AS dan jaringan bisnisnya di Indonesia.

Kalau sampelnya mereka berhasil meledakkan bom di Renon, Bali, itu jaraknya 500 meter dan low exsplosive. Saya termasuk yang meragukan bahwa kelompok yang mengatasnamakan dirinya Istimata akan memilih sasaran kantong diplomat AS. Istimata ini bukan kelompok iseng, melainkan kelompok yang serius. Ancaman ini sengaja dibuat untuk memperkenalkan pola serangan mereka kepada target.

Artinya, mereka selalu mengklaim bahwa urusan mereka adalah bagaimana mereka menyerang kepentingan AS dan kepentingan Yahudi di Indonesia.

Istimata dalam Bahasa Arab dikenal dengan apa yang disebut syuhada atau orang yang mengorbankan diri atau jiwa ke dalam peperangan untuk membangkitkan semangat perang Islam. Mereka biasanya menamakan diri Brigader Martis Istimata. Sampai saat ini gerakan mereka sulit diidentifikasi dan dikaitkan aparat ke Imam Samudera atau kelompok Jihad Islam (JI). Menurut aparat intelijen mereka ini adalah bagian dari sel JI.

Apakah ancaman ini terkait kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Amerika? Saya pikir kedatangan Yudhoyono itu bisa dimasukan ke dalam setting dengan apa yang disebut top event moment atau momen paling puncak. Dan, ancaman ini tak terkait seorang wanita Indonesia awal Maret lalu yang mengancam meledakkan sebuah gedung sekolah di Virginia. JBP/bec


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Kedubes AS Diancam Dibom

News Analysis: Bukan Kelompok Iseng


News Analysis: Mantan Direktur Permainan Intelijen AS


Warga-Aparat Bentrok, 1 Tewas


Golkar Siapkan 13 Calon Menteri


POLLING - Track Record


FIKRAH - Sisi Buram Remaja Kita!


Televisi Australia Ramai-ramai Liputan Langsung Si Cantik Corby Stres Berat


Raja Eropa Setelah 21 Tahun


Man Of The Match - Perpanjang Kontrak


Komisi III-Kejagung Nyaris Ricuh


Bush Puji Yudhoyono


Pengacara Kukar Gugat Jaksa Agung


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123