:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 03:03:36


News Analysis
AC Manullang

Mantan Direktur Permainan Intelijen AS

ANCAMAN bom di Kedubes AS itu sebenarnya sudah bisa diperkirakan jauh-jauh hari. Karena sasarannya AS, diperkirakan akan berdampak politis terhadap strategi negara adidaya itu. AS maunya memastikan kenyamanannya, apakah sudah steril dari ancaman teror atau tidak.

Dalam rangka grand strategy AS, terorisme di Indonesia itu masih dirasakan sebagai ancaman AS baik di dalam maupun di luar negeri, terutama kantor-kantor dan instansi terkait kepentingan AS. Karenanya, ancaman bom seperti itu, dari sisi intelijen, dimaksudkan memberi image negatif atas gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendatangkan investasi ke Indonesia. Berita mengenai ancaman bom ini justru sebenarnya justru dari AS. Jadi ancaman bom selalu diupayakan dalam rangka operasi intelijen.

Operasi intelijen tidak hanya dilakukan oleh orang-orang dalam negeri, tapi mungkin sekali dilakukan negara yang sudah besar, atau punya keterkaitan kepentingan dengan negeri ini.

Yudhoyono dulu menjanjikan di awal pemerintahannya bahwa sepanjang kekuasaannya tidak akan ada ancaman terorisme apalagi bom. Makanya, AS berusaha ngerjain, dalam rangka kunjungan Yudhoyono ke negeri itu, disiapkan skenario agar tidak ada pencairan embargo senjata untuk Indonesia.

Intelijen memberi image kepada Amerika, bahwa ancaman terorisme seolah-olah masih mengancam Amerika di Indonesia terutama dari kalangan radikal Islam. Jadi ini mungkin bukan perintah langsung AS. Tapi ini adalah grey propaganda, seolah-olah benar ada bom, tapi kenyataannya nggak ada.

Maka buat masyarakat Indonesia, berhati-hatilah, jangan ikut bermain-main dalam operasi intelijen AS ini. Bagaimanapun tuduhan itu dilancarkan kepada kalangan radikal Islam. Isu bom, terorisme, itu adalah permainan intelijen. Dengan kata lain, ancaman itu berasal dari sumbernya sendiri yakni AS. Tujuannya melempar image bahwa Indonesia rawan keamanan oleh gerakan radikalisme.

Kalau Kapolri mengatakan ada indikasi gerakan Azahari cs mengancam kepentingan AS di Indonesia, baguslah. Cuma yang saya sesalkan, kenapa warning itu tidak dilontarkan jauh-jauh hari diberikan counter intelijen? Sebab, kalau ada counter intelijen, maka rasa aman bisa dirasakan masyarakat kita maupun AS sendiri.

Jadi embargo senjata untuk Indonesia saya perkirakan tetap tidak akan dicairkan, meski Yudhoyono melobi langsung ke sana.

Ancaman bom bukan sekedar sebuah ancaman, tapi mempunyai implikasi luas terhadap dunia internasional. Padahal, orang Islam sendiri yang kena tuduh, nggak tahu apa-apa. Lha ini memang permainan intelijen.

Tidak ada satu indikasi yang menunjukkan bahwa Dr Azahari itu luar biasa hebatnya, seolah-olah sulit banget ditangkep. Mana hebatnya? Dari kacamata intelijen, saya tidak melihat adanya indikasi gerakan Azahari. Jangankan Azahari, Osama Bin Laden saja saya nggak percaya keberadaannya. Secara logis, bagaimana bisa dia bisa hengkang dari Arab dan ngebom WTC di Amerika? JBP/abs


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Kedubes AS Diancam Dibom

News Analysis: Bukan Kelompok Iseng


News Analysis: Mantan Direktur Permainan Intelijen AS


Warga-Aparat Bentrok, 1 Tewas


Golkar Siapkan 13 Calon Menteri


POLLING - Track Record


FIKRAH - Sisi Buram Remaja Kita!


Televisi Australia Ramai-ramai Liputan Langsung Si Cantik Corby Stres Berat


Raja Eropa Setelah 21 Tahun


Man Of The Match - Perpanjang Kontrak


Komisi III-Kejagung Nyaris Ricuh


Bush Puji Yudhoyono


Pengacara Kukar Gugat Jaksa Agung


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123