Pangkalan Bun,
BPost
Suasana di sekitar Desa Runtu Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten
Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng tegang. Warga, Kamis (26/5) sekitar pukul 10.00 WIB,
bentrok dengan aparat. Sedikitnya seorang tewas dan delapan luka-luka akibat kejadian ini
Dari pihak warga terdapat korban tewas dan dua luka. Sedang dari pihak aparat terdiri
atas tiga tentara, dua Brimob dan satu warga sipil.
Korban dari pihak aparat dilarikan ke IGD RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tak lama
setelah bentrok. Seorang korban bahkan diterbangkan ke Semarang untuk mendapatkan
perawatan yang lebih intensif karena lukanya sangat parah.
Empat dari lima korban luka yang berada di RSUD Sultan Imanuddin diketahui menderita
luka kena siram cuka getah pada bagian wajah, lengan dan dada. Sedang seorang lagi terkena
lemparan batu dan kayu yang dilakukan warga. Adapun korban tewas dari pihak warga dibawa
ke RSUD Sultan Imanuddin beberapa jam kemudian. Korban ditempatkan di kamar jenazah. Tidak
ditemukan luka senjata tajam di tubuhnya. Malamnya datang dua korban luka dari pihak warga
ke rumah sakit.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, korban dari pihak aparat dipindahkan ke
tempat lain.
Malam itu juga sejumlah warga Desa Runtu dan sekitarnya juga telah dibawa ke Mapolres
Kobar. Muspida juga langsung rapat.
Hingga berita ini diturunkan tak diketahui secara pasti penyebab bentrokan. Ada sumber
menyebutkan peristiwa bermula dari pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, yang
ditolak warga. Warga semakin tidak senang melihat aparat, yang dinilai ikut membela usaha
tersebut.
"Tapi mungkin juga terjadi salah paham. Maksudnya aparat ingin mengamankan
situasi, tapi malah dikira membela lahan usaha itu," cetus sumber di RSUD Sultan
Imanuddin.
Kemarin warga berunjuk rasa karena merasa usaha mereka mempertahankan lahan tidak
membuahkan hasil. Warga dengan menggunakan sebuah truk mendatangi areal perkebunan. Namun
mereka kembali karena melihat ada petugas berseragam, yang menjaga kawasan tersebut.
Ternyata warga datang lagi ke areal perkebunan dengan jumlah yang lebih banyak, yakni
sekitar enam truk.
Belum diketahui mengapa bentrokan antara aparat dan ratusan warga yang diperkirakan
dari Desa Runtu, Umpang hingga Gandis Kecamatan Arut Utara (Aruta) terjadi.
Di rumah sakit para korban langsung ditangani, termasuk oleh dr Agus Azahari dan dr H
Samsudin. dr Samsudin, kemarin siang, mengatakan korban tidak hanya aparat, tetapi juga
warga sipil. Namun dia enggan merinci luka yang diderita korban.
Kapolres AKBP Denni Gapril SH, dikonfirmasi Kamis petang, mengakui adanya aparat yang
berada di tengah-tengah aksi demo. Namun karena terjadi kesalahpahaman sehingga beberapa
petugas menderita luka karena terkena cuka getah.
"Jadi, posisi aparat di lokasi itu dalam rangka mengamankan aksi demo. Mungkin,
bahasanya bukan bentrok aparat dengan warga, tapi kesalahpahaman.
Karena warga menggunakan asam cuka sehingga mengenai aparat," ujarnya via ponsel.
Dia berharap masyarakat tidak terpancing untuk melakukan tindakan yang bisa berakibat
lebih fatal.aat