Jakarta, BPost
Partai Golkar tetap ngotot untuk memasukkan kader-kadernya di Kabinet Indonesia
Bersatu (KIB) pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebanyak 13 kader Golkar telah
disiapkan untuk mengisi sejumlah pos-pos menteri yang bakal di-reshuffle tahun depan.
Dari 13 kader beringin ini, termasuk di antaranya yang telah menjadi menteri saat ini
seperti Fahmi Idris (Menakertrans) dan Aburizal Bakrie (Menko Perekonomian) dan mantan
anggota KPU Hamid Awaluddin.
"Sebagai pemenang pemilu, itu sesuai porsi yang didapatkan dalam legislatif,"
kata sumber BPost di Jakarta, Kamis (26/5).
Namun demikian, jelasnya, bukan berarti mereka akan masuk semua, sebab mereka akan
bersaing menempati sejumlah kursi.
Menurutnya, 13 nama yang disiapkan Partai Golkar untuk masuk KIB akan memperebutkan
beberapa pos, antara lain pos Menteri Negara BUMN. DI pos ini Golkar menyiapkan empat
kadernya untuk mengganti posisi Sugiharto. Selain Said Didu juga ada nama Setyanto P
Santoso, Burhanuddin Napitupulu, serta Firman Subagyo.
Di jajaran Menteri Keuangan, ada tiga nama digadang-gadang partai pimpinan Wapres Jusuf
Kalla ini. Mereka adalah Anggito Abimanyu (staf ahli Menkeu), Mahfud Sidiq (Dirjen
Perimbangan Pusat dan Daerah), serta Hari Azhar Azis (mantan tim ekonomi Capres Wiranto).
Selain dua pos itu, Golkar juga membidik tiga posisi menteri lainnya yaitu Menteri
Kesehatan, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, serta Menteri Hukum dan HAM.
Di posisi Menteri Kesehatan, Golkar menempatkan dua kadernya. Mereka adalah Sujudi dan
Ula Nurachwati. Sedang di kementerian negara pemberdayaan perempuan, nama Yuniwati Maksum
Sofwam akan bersaing dengan politisi asal Sulsel, Marwah Daud Ibrahim.
Mantan Rektor Universitas Diponegoro sekaligus mantan Menteri Hukum dan HAM, Muladi,
masuk daftar yang diplot Golkar untuk posisi ini. Muladi akan bersaing dengan anggota
Komisi III yang juga ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Andi Matalatta.
Sementara dua kader Golkar yang saat ini ada di KIB yaitu Fahmi Idris (Menakertrans)
serta Aburizal Bakrie (Menteri Perekonomian), meski meski kinerjanya kurang bagus,
kabarnya tidak akan diganggu.
Yang menarik, salah seorang putera Sulsel yang saat ini sedang duduk di KIB, Hamid
Awaludin dikabarkan juga jadi bidikan Golkar. Kehadiran Hamid di jajaran KIB disebut-sebut
atas kegigihan HM Jusuf Kalla.
Wajar
Ketua DPP Golkar Burhanuddin Napitupulu dikonfirmasi sejumlah formasi di KIB yang
diincar Golkar, mengaku terkejutnya. "Banyak amat, ya nggak segitulah,"
ucap kader Golkar yang juga diplot menjadi satu calon menteri itu.
Meski begitu Burhanuddin juga tidak membantah atau mengiyakan kalau Golkar memang
sedang mempersiapkan kader-kadernya untuk menjadi menteri. Dia justru menilai itu sebagai
hal yang wajar dilakukan Golkar karena sebagai pemenang pemilu.
Namun, pria yang akrab dipanggil Burnap itu mengatakan, kader Golkar baru bisa bersaing
untuk menjadi menteri kalau Presiden Yudhoyono memang telah menyatakan akan me-reshuffle
kabinet yang dianggap tidak produktif dan efektif.
Terpisah, Ketua DPP Golkar Andi Mattalatta yang digadang-gadang menggantikan Hamid
Awaluddin membantah bakal menduduki jabatan menhukham itu. Menurut dia, reshuffle
itu masih dalam batas wacana saja seperti yang dikatakan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla.
Karenanya Andi enggan memberi komentar mengenai rumor tersebut. "Ya, jangan
berharap Pak Hamid jadi tersangka dong. Kita harapkan semuanya berjalan dengan
baik, dan saya juga tidak ingin Pak Hamid direshuffle," tandasnya. JBP/ewa