PERSEPSI positif responden umumnya dialamatkan kepada lima pasangan kandidat
gubernur/wakil gubernur Kalsel. Perbedaan atensi umumnya hanya bertumpu pada kemampuan,
kapabilitas, sikap dan prilaku kontestan yang akan dipilih pada Pilkada 30 Juni mendatang.
Gambaran ini terlihat dari apresiasi sebagian besar responden di berbagai daerah yang
diwawancarai Tim Polling Banjarmasin Post selama kurun waktu 27 April hingga 12 Mei
lalu. Namun, intinya, sebagian besar responden menghendaki pimpinan Kalsel mendatang
memiliki track record yang baik.
Karena dari prilaku yang baik ini, bakal berimplikasi pada setiap pengambilan
kebijakan. Syarat track record ini yang umumnya menjadi perhatian khusus para
responden di Kabupaten Tanah Laut. Dari 100 responden yang memiliki hak pilih, sebanyak 41
% memberikan pilihan kepada duet Rudy Ariffin-Rosehan NB (2R), dengan titik sandar syarat
khusus tersebut.
Pilihan para responden di daerah ini terhadap 2R, cukup wajar. Mengingat, keduanya
selama ini memang dikenal memiliki track record cukup baik. Selain figur Rudy
Ariffin dinilai responden berhasil membangun Kabupaten Banjar, faktor Rosihan NB yang
orang muda enerjik menjadi salah satu alasannya.
"Selama ini, kepemudaan masih kurang terangkat. Kita harapkan adanya orang muda
(Rosehan) bisa mengangkat pemuda di Kalsel lebih berbicara di luar," alasan satu
responden terhadap 2R.
Soal orang muda, sebenarnya tidak hanya Rosihan NB. Gt Iskandar Sukma Alamsyah-Hafiz
Ansyari (Partai Golkar) juga memperoleh atensi dari responden. Duet mantan pengurus teras
KNPI Kalsel ini --dipilih 6 persen responden-- dinilai sebagai calon pemimpin masa depan.
Bisa saja pada hari H pilkada nanti, apresiasi yang diberikan responden di
Tala dapat meningkat pesat.
Pasalnya, selain dari komunitas orang muda, Iskandar-Hafiz di-back-up oleh
Golkar yang memang memiliki mesin politik yang sudah sangat teruji. Apalagi, Tala adalah
wilayah tradisional Golkar dalam setiap even pemilihan umum.
Bagaimana duet Sjachriel Darham-Noor Aidi (AA)? Dua mantan pejabat teras di Pemprop
Kalsel dan Pemkab Tabalong ini juga cukup mendapat simpati dari responden. Hasil jajak
pendapat, 9 persen responden masih percaya kepada kehandalan Sjachriel sebagai
entrepreneur di birokrasi. Meski ada sejumlah responden menyoal faktor track
record Sjachriel maupun Noor Aidi.
Duet Ismet Ahmad/Habib Aboe Bakaryang maju dengan mengedepankan faktor religi, juga
memperoleh banyak atensi positif dari responden di daerah ini. Sebanyak 9 responden
mempercayai duet yang populer dengan sebutan 2U ini, jika terpilih sebagai gubernur/wakil
gubernur, Kalsel menjadi daerah yang benar-benar agamis.
Sedangkan, 3 persen yang memilih M Ramlan/Baderani meyakini duet ini mampu
membangkitkan Kalsel dari sektor perekonomian dan penataan birokrasi jauh lebih baik.
Dan, kesempatan masing-masing calon tetap terbuka lebar meraih dukungan 161.293 suara
pemilih pada 30 Juni mendatang. rie