FIKRAH
Sisi Buram Remaja Kita!
KURANG lebih sepuluh tahun terakhir ditemukan fakta bahwa ada sejumlah kondisi
kawula muda yang sangat memprihatinkan, yaitu semakin banyak minggat dari keluarga,
semakin banyak gadis di bawah umur menjadi pelacur, mereka terlibat berbagai pencurian,
memperkosa, semakin banyak yang suka berkelahi antarkelompok, ketagihan narkotika dan juga
terlibat sebagai pengedar, banyak melakukan pekerjaan memeras dan mengancam, melawan guru
di dalam dan di luar kelas/sekolah.
Selain itu, terlibat dalam berbagai kegiatan kelompok kriminal, perbuatan cabul dan
pornografi melalui bacaan, tontonan film seks dan sadis, foto-foto porno yang beredar
secara tertutup tetapi leluasa. Demikian diungkapkan oleh SK Berita Harian 4 April 1994
yang terbit di Kuala Lumpur, hasil riset sejumlah wartawan. dr H Ganda, spesialis penyakit
kulit dan kelamin di RS Ulin Banjarmasin mengungkapkan pula, para remaja 15-20 tahun di
Kalsel banyak diserang penyakit GO (kencing nanah) akibat hubungan seksual dengan WTS
(BPost 23 Mei 1994 hal 11 dan DB 15 Juni 1994 hal 1).
Seorang gadis (15) siswa sebuah SLTP Gambut dengan polos mengakui tanpa malu-malu telah
digauli seperti suami istri oleh teman prianya (19) (BPost 15 April 1996). 28 Remaja putri
ABG terjaring Polda dalam operasi Pekat dinihari 12 April 1998; mereka berprofesi untuk
melayani Oom-Oom senang (DB 13 April 1998 hal 2).
Penulis yang bertugas mengasuh ruang konsultasi Hidup dan Kehidupan RRI Nusantara III
Banjarmasin, pernah menerima surat dari seorang wanita berasal dari Kecamatan Kurai
menanyakan hukum lesbian. Yang bersangkutan ternyata mengaku terjerat lesbian dengan
seorang mahasiswi PT di Banjarmasin. Seorang siswi Madrasah Aliyah di Martapura mengaku
berganti pacar hanya karena ingin mencari pengalaman (DB 7 Desember 1997).
Diberitakan pula seorang anak TK (5,9) tewas tergantung bunuh diri di satu kecamatan di
Jawa Tengah, hanya karena dimarahi orang tua. Di Wonogiri, seorang siswa (16) juga tewas
gantung diri diduga putus asa tak bisa bayar uang iuran SPP di sekolahnya (BPost 15 Mei
2005).
Bila kita melintas di Jembatan 17 Mei Banjarmasin --menghubungkan Jl Sultan Adam-Banua
Anyar-- di sore hari menjelang Maghrib, kita akan menyaksikan sejumlah remaja putra putri
duduk berdempetan di atas sepeda motor masing-masing, mereka berpacaran tanpa takut akan
kematian yang divisualkan oleh kuburan yang di belakang mereka, malah terdapat kuburan
seorang ulama besar, Anggah Amin.
Demikian beberapa contoh sisi buram kehidupan sebagian remaja kita. Mengapa moral
generasi muda kita begitu anjlok. Menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan dan bukunya
Tarbiyah Al Aulad fi al Islam (Pendidikan Anak dalam Islam), ada sejumlah faktor yang
menyebabkan merosotnya moral generasi muda, yaitu:
Kemiskinan yang melanda sebuah rumah tangga, sehingga para orangtua tidak mampu
mendidik anak-anaknya. Kemudian percekcokan antara orangtua, dan akan lebih parah bila
diakhiri dengan perceraian. Selanjutnya generasi muda menjadi tak bermoral karena
kelengahan orangtua dalam mendidik anak, diperparah lagi dengan kasarnya perlakukan
orangtua terhadap mereka.
Sementara itu, kekosongan waktu bagi anak juga merupakan faktor yang menyebabkan anak
tidak bermoral, karena ia tidak tahu bagaimana seharusnya menggunakan waktu. Pergaulan
yang bejat dan kawan yang tak senonoh menjerumuskan generasi muda ke jurang miras, narkoba
dan lain-lain yang sangat membahayakan mereka.
Selain itu, pengangguran satu faktor yang menyeret mereka ke jurang kemaksiatan; semua
ini diperparah pula tayangan film sadis dan berbau seks yang mereka tonton dan bacaan
porno yang mereka baca. Musibah yatim, juga bisa membawa anak kepada amoral.
Demikian, hendak kemana generasi muda kita dibawa?