:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 03:03:56


Televisi Australia Ramai-ramai Liputan Langsung
Si Cantik Corby Stres Berat

SEJUMLAH tenda penuh peralatan elektronik memenuhi halaman kantor Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (26/5). Kabel pun berseliweran di sana-sini. Dua mobil pemancar bahkan sudah stand-by di tempat ini sejak beberapa hari lalu.

Peralatan sejumlah stasiun televisi dari Australia tersebut kemarin diuji coba krunya. Uji coba dilakukan sehari menjelang vonis majelis hakim yang diketuai Linton Sirait terhadap Schapelle Leigh Corby.

Si cantik berusia 27 tahun asal negeri kangguru ini menghadapi tuntutan hukuman penjara seumur hidup karena didakwa memiliki dan menyelundupkan 4,2 kilogram mariyuana. Dia ditangkap saat mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali, 8 Oktober 2004.

Sedikitnya ada lima stasiun televisi asing, yang menyiarkan secara langsung jalannya persidangan mahasiswi tersebut. Mereka adalah TV Cenel 7, Cenel 9, Cenel 10, ABC dan BBC.

Setiap stasiun televisi asing mengerahkan sedikitnya sepuluh petugas termasuk kamerawan dan wartawannya. Bahkan mereka telah mengkapling ruangan sidang. Ini belum termasuk wartawan dari media lokal dan nasional.

Bagaimana kondisi Corby menghadapi vonis Pengadilan Negeri Denpasar? "Sangat stres," kata Rosleigh Rose usai menjenguk putrinya di penjara Kerobokan, Bali, kemarin. Rose tidak mau banyak berkomentar ketika ditanyai wartawan.

Sebelumnya, pengusaha Australia, Ron Bakir, juga mengunjungi Corby. "Dia dalam kondisi yang sangat buruk. Bisa Anda bayangkan? Besok hari yang besar bagi dia," tutur Bakir.

Masalah Corby memang sangat mendominasi pemberitaan di Australia. Paul Maley, pengamat dari Media Monitors, menilai liputan terhadap Corby hanya bisa dibandingkan dengan kasus Azaria Chamberlain pada 1980-an. Saat itu, seorang bayi hilang di Australia tengah. Belakangan orangtuanya diadili dengan tuduhan pembunuhan, meski bukti-bukti menunjukkan bahwa sang bayi tewas dibunuh dingo. Kasus ini bahkan telah difilmkan dengan judul A Cry in the Dark, yang dibintangi aktris Hollywood Meryl Streep.

Tabloid-tabloid Australia saat ini berlomba-lomba mewawancarai keluarga Corby. Otoritas Indonesia bahkan sampai memperingatkan wartawan Australia karena berusaha masuk tahanan Corby.

Sebagian besar media massa Australia menggambarkan Corby sebagai martir. Artikel di halaman muka Harian Daily Telegraph, Sydney, misalnya, menulis besar-besar kasus ini.

Meski mendapat sorotan, pemerintah Australia menegaskan tidak akan melakukan intervensi. Penegasan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Alexander Downer kepada Wakil Ketua PP Muhammadiyah yang juga Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dalam pertemuan di Canberra, Australia, kemarin. dtc/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Kedubes AS Diancam Dibom

News Analysis: Bukan Kelompok Iseng


News Analysis: Mantan Direktur Permainan Intelijen AS


Warga-Aparat Bentrok, 1 Tewas


Golkar Siapkan 13 Calon Menteri


POLLING - Track Record


FIKRAH - Sisi Buram Remaja Kita!


Televisi Australia Ramai-ramai Liputan Langsung Si Cantik Corby Stres Berat


Raja Eropa Setelah 21 Tahun


Man Of The Match - Perpanjang Kontrak


Komisi III-Kejagung Nyaris Ricuh


Bush Puji Yudhoyono


Pengacara Kukar Gugat Jaksa Agung


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123