:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 03:04:00


Raja Eropa Setelah 21 Tahun

LUAR biasa apa yang dipertontonkan Liverpool. The Reds membalikkan semua prediksi yang menjagokan AC Milan di final Liga Champions 2004-2005 di Stadion Ataturk Olimpiyat, Istanbul, Turki, Kamis (26/5) dinihari Wita setelah Steven Gerrard dkk menang 6-5 melalui adu penalti.

Pemenang pertandingan harus ditentukan lewat drama penalti setelah kedua tim bermain imbang 3-3 selama 90 menit. Pada perpanjangan waktu 2x15 menit, skor imbang ini tidak berubah.

Milan unggul dulu 3-0 di babak pertama melalui Paolo Maldini di menit pertama dan dua gol Hernan Crespo menit 39 dan 44.

Di babak kedua, hanya dalam tempo 6 menit, Liverpool mampu menyamakan kedudukan melalui Steven Gerrard menit 54, Vladimir Smicer menit 56, dan penalti Xabi Alonso menit 60.

Di drama adu penalti, kiper Liverpool, Jerzy Dudek, menjadi bintang setelah menggagalkan dua tembakan eksekutor Milan, Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko. Eksekutor lainnya yang gagal adalah Serginho. Dua lainnya, Jon Dahl Tomasson dan Kaka sukses.

Bagi Sheva kegagalan ini merupakan pukulan telak, sebab dua tahun lalu, dia jadi bintang I Rossoneri ketika mengalahkan Juventus di final Liga Champions 2002-2003 melalui adu penalti.

"Saya sangat yakin bakal bikin gol di upaya yang kedua. Saya menendangnya dengan keras. Tapi mungkin itulah yang membantu Dudek bisa mementahkannya dengan tangannya. Kalau hal itu terjadi 1000 kali lagi Dudek pasti tak dapat menghentikannya, dan pasti gol," tutur striker Ukraina itu perihal kegagalannya yang pertama.

Tiga algojo Liverpool, Dietmar Hamann, Djibril Cisse, dan Smicer sukses. John Arne Riise gagal dan satu jatah penalti Liverpool tak perlu dieksekusi lagi sebab sudah unggul 3-2.

Liverpool pun menjadi raja lagi di Eropa setelah berjuang 21 tahun. Ini merupakan koleksi juara kelima The Reds setelah enam kali ke final. Ketika Liverpool terakhir juara 1983-1984 mereka juga menang adu penalti lawan wakil Italia, AS Roma.

Jika beberapa pemain Milan sudah pernah mengecap manisnya trofi seperti Maldini, Dida, Seedorf, dan Rui Costa, skuad Liverpool sebaliknya. Wajar jika Gerrard dkk sangat bersuka cita.

"Ini malam terindah dalam karierku. Sungguh sulit terlukiskan. Kami telah berjuang keras dari babak kualifikasi dan menikmati hasilnya di final," kata pemain belakang Liverpool, Jamie Carragher.

"Milan tim dengan mental juara yang hebat. Tapi, kekuatan mental kami lebih fantastis. Mengejar defisit tiga gol, sungguh bukan perjuangan yang mudah," tambah Riise.

Bukan hanya pemain, pelatih Liverpool, Rafael Benitez, juga baru pertama kali mengangkat trofi Liga Champions. Musim lalu, ia sukses membawa Valencia juara Piala UEFA menyamai prestasi Jose Mourinho ketika melatih FC Porto.

"Perjuangan seluruh pemain sungguh heroik. Kami tertekan selama 45 menit dan nyaris kebobolan hingga lima gol. Hanya pemain hebat yang mampu bangkit ketika tertinggal tiga gol," kata Benitez, seperti dilansir Reuters.

Milan sebenarnya menguasai pertandingan, termasuk saat perpanjangan waktu. Mereka memiliki banyak peluang, namun gagal mencetak gol tambahan. Sebab, setelah mencetak tiga gol balasan, Liverpool kembali ke pola bertahan.

"Enam menit yang ‘gila’ tersebut telah merusak posisi kami yang menguntungkan," kata pelatih AC Milan, Carlo Ancelotti usai pertandingan.

"Kedua tim bermain baik selama 120 menit. Pertandingan telah berlangsung dan kami harus berjalan terus. Milan bermain luar biasa di final ini. Namun kami harus menerima kekalahan ini," lanjut Ancelotti. TT/ij/emj


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Kedubes AS Diancam Dibom

News Analysis: Bukan Kelompok Iseng


News Analysis: Mantan Direktur Permainan Intelijen AS


Warga-Aparat Bentrok, 1 Tewas


Golkar Siapkan 13 Calon Menteri


POLLING - Track Record


FIKRAH - Sisi Buram Remaja Kita!


Televisi Australia Ramai-ramai Liputan Langsung Si Cantik Corby Stres Berat


Raja Eropa Setelah 21 Tahun


Man Of The Match - Perpanjang Kontrak


Komisi III-Kejagung Nyaris Ricuh


Bush Puji Yudhoyono


Pengacara Kukar Gugat Jaksa Agung


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123