Banjarmasin, BPost
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantal Selatan, Ridjal Ismail, mengatakan
sektor riil di daerah ini berkembang pesat dalam beberapa tahun belakangan. Dari survei
BPS, beberapa produk baru banyak diminati masyarakat. Sayangnya, kondisi itu tak
diakomodir secara baik, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak seperti diharapkan.
Keunggulan lain dari Kalsel adalah, kondisi lingkungannya yang cukup kondusif. Hal itu,
seharusnya bisa memacu pertumbuhan ekonomi Kalsel secara lebih baik. Hal itu, kata dia,
seharusnya direspon positif oleh kalangan perbankan.
"Pertumbuhan ekonomi Kalsel cukup bagus. Contohnya saja, meski krisis terjadi,
tapi mobil mewah tetap banyak di sini. Bahkan, pertumbuhan kendaraan cukup bagus. Di sini,
setiap orang bisa mempunyai sepeda motor lebih dari satu," kata Ridjal dalam diskusi
yang berlangsung di Bank Indonesia, Kamis (26/5).
Bila pertumbuhan ekonomi itu ternyata belum membawa perubahan ke arah yang lebih baik
untuk semua masyarakat Kalsel, kata Ridjal, berarti ada yang harus dipertanyakan dalam
pengelolaan daerah ini.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah belum tentu membawa pertumbuhan ekonomi daerah
bersangkutan. Bahkan sebaliknya, terkadang suatu negara yang sangat maju, pertumbuhan
ekonominya menjadi sangat lamban.
"Contohnya saja Singapura, negara maju tapi kesulitan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Hal itu bisa saja terjadi karena telah terjadi kejenuhan," jelasnya.
Kabid Perbankan Kadin Kalsel, Tajuddin Noor, mengatakan tumbuhnya perekonomian Kalsel
itu seharusnya direspon perbankan. Tapi sayangnya, kalangan perbankan masih memilih
menyalurkan kreditnya untuk kalangan menengah atas dan kredit konsumtif. Padahal, beberapa
kali terjadi kasus kredit macet selama ini.
Sementara itu, nara sumber dari Bank Indonesia Banjarmasin, Tantan Heroika, mengatakan
pada triwulan pertama tahun ini terjadi pertumbuhan ekonomi yang melamban. Hal ini biasa
terjadi di semua sektor, termasuk perbankan, dunia usaha dan juga proyek pemerintah
daerah. Hingga saat ini, katanya, BI masih konsentrasi terhadap inflasi yang terjadi
akibat kenaikan harga BBM awal Maret lalu.sig