:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 01:02:05


Sektor Riil Berkembang

Banjarmasin, BPost
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantal Selatan, Ridjal Ismail, mengatakan sektor riil di daerah ini berkembang pesat dalam beberapa tahun belakangan. Dari survei BPS, beberapa produk baru banyak diminati masyarakat. Sayangnya, kondisi itu tak diakomodir secara baik, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak seperti diharapkan.

Keunggulan lain dari Kalsel adalah, kondisi lingkungannya yang cukup kondusif. Hal itu, seharusnya bisa memacu pertumbuhan ekonomi Kalsel secara lebih baik. Hal itu, kata dia, seharusnya direspon positif oleh kalangan perbankan.

"Pertumbuhan ekonomi Kalsel cukup bagus. Contohnya saja, meski krisis terjadi, tapi mobil mewah tetap banyak di sini. Bahkan, pertumbuhan kendaraan cukup bagus. Di sini, setiap orang bisa mempunyai sepeda motor lebih dari satu," kata Ridjal dalam diskusi yang berlangsung di Bank Indonesia, Kamis (26/5).

Bila pertumbuhan ekonomi itu ternyata belum membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk semua masyarakat Kalsel, kata Ridjal, berarti ada yang harus dipertanyakan dalam pengelolaan daerah ini.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah belum tentu membawa pertumbuhan ekonomi daerah bersangkutan. Bahkan sebaliknya, terkadang suatu negara yang sangat maju, pertumbuhan ekonominya menjadi sangat lamban.

"Contohnya saja Singapura, negara maju tapi kesulitan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal itu bisa saja terjadi karena telah terjadi kejenuhan," jelasnya.

Kabid Perbankan Kadin Kalsel, Tajuddin Noor, mengatakan tumbuhnya perekonomian Kalsel itu seharusnya direspon perbankan. Tapi sayangnya, kalangan perbankan masih memilih menyalurkan kreditnya untuk kalangan menengah atas dan kredit konsumtif. Padahal, beberapa kali terjadi kasus kredit macet selama ini.

Sementara itu, nara sumber dari Bank Indonesia Banjarmasin, Tantan Heroika, mengatakan pada triwulan pertama tahun ini terjadi pertumbuhan ekonomi yang melamban. Hal ini biasa terjadi di semua sektor, termasuk perbankan, dunia usaha dan juga proyek pemerintah daerah. Hingga saat ini, katanya, BI masih konsentrasi terhadap inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga BBM awal Maret lalu.sig


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Genteng Metal Geser Asbes

Sektor Riil Berkembang


Sewa Mobil Banjir Order Tim Sukses


Korupsi Hambat Investasi


Telkomsel Tambah Kapasitas 2 Juta Pelanggan


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123